SERANG – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) membuka dialog terbuka dengan Karang Taruna dan masyarakat seputar pengembangan Kawasan Industri Krakatau 3 di Anyer.
Dalam forum yang digelar Jumat (10/10/2025) ini, KSI secara transparan memaparkan rencana strategis dan tantangan pengembangan kawasan industri seluas 400 hektare tersebut.
Perwakilan KSI, Usep Mujani, menyatakan komitmen perusahaan dalam mengembangkan kawasan industri yang akan melengkapi KIEC 1 dan 2 ini.
“Kami sedang mematangkan pengembangan Kawasan Industri Krakatau 3 di Anyer. Proses ini bukan hal mudah, penuh tantangan administratif dan strategis. Kami membutuhkan dukungan semua pihak,” ujar Usep dalam dialog bertema “Peluang Ekonomi dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan Anyer dalam Menyambut Kawasan Industri” tersebut.
KSI mengungkapkan strategi pengembangan kawasan industri yang mencakup pengadaan investor dari dalam dan luar negeri, serta pengajuan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Usep menekankan, kehadiran kawasan industri ini akan membuka peluang tenaga kerja yang luas bagi pemuda setempat.
”Peluang pertama adalah tenaga kerja. Otomatis, industrialisasi memerlukan banyak tenaga kerja,” jelasnya.
Kehadiran dan keterbukaan KSI dalam forum publik ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Ahmad Fauzi Chan, selaku salah satu tokoh pemuda di Anyer yang juga hadir dalam acara tersebut, menyebut KSI sebagai pihak yang “paling berani dan paling mau berkomitmen” dibandingkan industri lain yang diundang.
”Malah, KSI itu yang paling berani dan paling mau berkomitmen, dengan terbukti hadir pada sore hari ini,” ujar pria yang kerap disapa Ichan, sambil mengkritik industri lain yang tidak hadir dalam dialog tersebut.
“Industri yang lain yang diundang Karang Taruna, itu tuh yang harus kita evaluasi besar-besaran, yang enggan hadir berdialog,” imbuhnya.
Dialog yang digelar dalam rangka HUT ke-65 Karang Taruna Kecamatan Anyar ini berlangsung hidup dan konstruktif. Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang, Desi Ferawati juga turut hadir di akhir sesi acara.
Beliau mengucapkan permintaan maaf kepada para peserta diskusi karena kedatangan yang terlambat.
”Mohon maaf tadi terlambat, habis mengawal Ibu Bupati Serang lalu ada agenda pertemuan dengan mahasiswa,” ucap Desi.
Desi juga terpantau ikut serta dalam prosesi pemotongan tumpeng simbolis, lalu melanjutkan komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat usai acara.
Kehadirannya dalam moment tersebut memperlihatkan keakraban dan komitmen untuk membangun dialog yang berkesinambungan. Ia turut serta menyantap hidangan bersama para tokoh dan panitia dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan.
Aktivitas ini menunjukkan sisi kesederhanaan dan upaya membangun kebersamaan pasca-dialog formal.***