SERANG – Hujan dengan intensitas ringan sampai deras yang mengguyur wilayah Kota Serang pada Jumat malam (2/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya delapan kejadian banjir yang tersebar di beberapa kelurahan, dengan total 553 kepala keluarga atau 1.789 jiwa terdampak.
Berdasarkan laporan sementara BPBD Kota Serang per pukul 23.03 WIB, wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Kasemen.
Salah satunya di Lingkungan Kroya Lama RT/RW 006/002 Kelurahan Banten, banjir dengan ketinggian air 15 hingga 20 sentimeter menggenangi 21 rumah dan berdampak pada 134 kepala keluarga atau 406 jiwa.
Hingga laporan disampaikan, air masih menggenangi wilayah tersebut.
Banjir juga terjadi di Perumahan Puri Keraton RT/RW 018/003 Kelurahan Kasemen dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter.
Sebanyak 120 rumah terdampak, dengan total 120 kepala keluarga atau 380 jiwa. Kondisi serupa masih berlangsung hingga malam hari.
Di Lingkungan Masjid Agung Banten, air setinggi 10 hingga 20 sentimeter menggenangi pelataran masjid dan area makam.
Sementara itu, banjir dengan ketinggian 20 hingga 45 sentimeter melanda Lingkungan Sukajaya RT 001, 002, dan 003 RW 012 Kelurahan Banten.
Total 151 rumah dengan 165 kepala keluarga atau 518 jiwa terdampak di wilayah tersebut.
Banjir juga merendam Komplek Banten RT/RW 001/012 Kelurahan Banten dengan ketinggian air 20 hingga 40 sentimeter, berdampak pada 70 rumah dan 241 jiwa.
Selain itu, BPBD masih melakukan pendataan di Lingkungan Baru Bugis dan Jalan Pelelangan Ikan Karangantu, Kelurahan Banten.
Satu titik lainnya berada di Lingkungan Kendal RT/RW 009/003 Kelurahan Margaluyu, dengan ketinggian air sekitar 25 sentimeter.
Di lokasi ini, 55 rumah terdampak dengan total 61 kepala keluarga atau 244 jiwa, sementara data pengungsi masih dalam proses pendataan.
Secara keseluruhan, BPBD Kota Serang mencatat 417 rumah terendam akibat delapan kejadian banjir yang terjadi pada Jumat malam tersebut.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir. Pengguna jalan juga diminta berhati-hati saat melintasi kawasan rawan longsor dan pohon tumbang. ***