Jembatan Cikotak Segera Dibangun Lewat CSR OJK, Bupati Serang Yakini Dongkrak Akses dan Ekonomi Warga

 

SERANG — Pembangunan Jembatan Cikotak di Kampung Cikotak, Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang segera direalisasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (9/4/2026).

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah optimistis pembangunan tersebut akan membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Jembatan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar dua meter itu selama ini menjadi akses utama penghubung warga Desa Cibojong dan Desa Kadubeureum.

Namun kondisinya masih berupa konstruksi kayu yang telah lapuk dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

Pembangunan jembatan tersebut diumumkan dalam kegiatan penyerahan bantuan pembangunan Jembatan Cikotak dari Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi kepada Kepala Desa Cibojong Nopallailudin, Kamis (9/4/2026).

Bupati Serang menyampaikan apresiasi kepada OJK dan pelaku industri pasar modal yang telah menyalurkan dana CSR untuk pembangunan infrastruktur desa.

Menurutnya, Jembatan Cikotak merupakan akses vital masyarakat karena menjadi jalur utama menuju sekolah, fasilitas kesehatan hingga aktivitas distribusi hasil pertanian warga.

“Pembangunan ini tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan memperlancar kegiatan ekonomi warga,” ujar Ratu Zakiyah usai meninjau lokasi jembatan.

Ia menambahkan, kondisi jembatan lama yang terbuat dari kayu sudah sangat rawan dan berisiko bagi keselamatan masyarakat sehingga pembangunan permanen menjadi kebutuhan mendesak.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan pembangunan jembatan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata industri pasar modal bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang membutuhkan dukungan infrastruktur,” katanya.

Ia menyebut, kondisi fisik jembatan yang sudah rapuh menjadi alasan utama dipilihnya lokasi tersebut sebagai penerima program CSR.

Melalui pembangunan ini, jembatan akan ditingkatkan menjadi konstruksi permanen berbahan beton agar lebih aman dan tahan lama.

Hasan menargetkan pembangunan fisik jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.

Nantinya jembatan memiliki panjang sekitar 13 meter dengan lebar dua meter yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sosial sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.***

Comments (0)
Add Comment