SERANG – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menegaskan bahwa upaya menghidupkan kembali pasar-pasar yang terbengkalai harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan stakeholder terkait.
“Sejumlah pasar yang terbengkalai di Serang adalah aset warisan yang harus dikaji ulang. Sebelum mengambil keputusan, pemerintah harus mengadakan forum diskusi dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan mereka. Jika hanya ditentukan sepihak oleh pemerintah, pasar yang dibangun bisa saja tetap tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).
Menurut Wahyu, tanpa kajian yang matang dan partisipasi stakeholder, revitalisasi pasar hanya akan menjadi proyek tanpa dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Pihaknya, mencatat bahwa terdapat lima pasar di enam kecamatan di Kota Serang yang saat ini dalam kondisi terbengkalai dan tidak ada aktivitas perdagangan yang berjalan.
“Pasar Jakung, Pasar Lebak Wangi, Pasar Taktakan, Pasar Jenggot, dan Pasar sentra IKM kondisinya terbengkalai dan tidak ada aktivitas perdagangan di dalamnya,” tutur Wahyu.
Wahyu berharap, dengan adanya kajian dan keterlibatan semua pihak, pasar-pasar tersebut bisa kembali difungsikan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Serang.
“Kami akan terus berkoordinasi dan mencari solusi terbaik agar pasar-pasar ini dapat kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Nandi)