SERANG – Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi digital berbasis lingkungan.
Melalui gagasan business plan bertajuk “Circular Tech Solution”, tiga mahasiswa UNPAM yakni Asep, Devitri, dan M. Fauzan Al-Bantani menggelar sosialisasi pengelolaan limbah elektronik atau e-waste kepada warga di Kp. Gondang, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan antusias dari warga dan generasi muda setempat.
Sosialisasi tersebut dibimbing oleh Dosen Pembimbing Denies Susanto dan Reinardus Dwi Prio Christianto, serta didukung penuh oleh jajaran dosen lainnya.
Tim mahasiswa yang hadir mengenakan almamater biru kebanggaan UNPAM memaparkan urgensi pengelolaan limbah elektronik rumah tangga yang selama ini kerap dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan.
Melalui Circular Tech Solution, masyarakat diperkenalkan pada sebuah platform digital yang menjembatani warga secara langsung dengan industri daur ulang resmi.
Aplikasi ini tidak hanya memudahkan proses penyetoran e-waste, tetapi juga memastikan limbah berbahaya seperti B3 dikelola sesuai prosedur.
“Limbah elektronik seringkali dianggap sebelah mata, padahal berbahaya jika dibuang sembarangan. Melalui aplikasi ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sampah elektronik di tangan yang tepat bisa disetorkan dengan mudah dan justru mendatangkan nilai ekonomis bagi warga,” ujar Asep.
Konsep yang diusung adalah Trash-to-Reward. Setiap warga yang menyetorkan perangkat elektronik tidak terpakai seperti HP rusak, charger, kabel, hingga peralatan elektronik rumah tangga akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan menjadi keuntungan finansial.
Pendekatan ini dikemas secara interaktif. Warga terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan langsung mencoba memahami cara kerja aplikasi untuk mendata dan melacak proses penyetoran limbah.
Inisiatif ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular (circular economy) yang berkelanjutan, di mana limbah tidak berakhir di TPA, melainkan diputar kembali menjadi bahan baku industri yang bernilai.
Di bawah bimbingan Denies dan Reinardus Dwi, tim berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan bahaya e-waste.
“Selain menjaga kelestarian lingkungan dari pencemaran limbah B3, langkah ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta aksi terhadap iklim,” jelas tim dosen pembimbing.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penyerahan leaflet informasi digital dan sesi foto bersama warga sebagai simbol komitmen akademisi muda UNPAM dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif, solutif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.***