SERANG — Bencana tanah longsor yang berasal dari kawasan Gunung Kaupas membuat warga Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, diliputi rasa takut dan kepanikan.
Longsor terjadi berulang kali sejak Selasa malam, 6 Januari 2026, hingga Rabu dini hari.
Salah seorang warga setempat, Rawi (62), mengungkapkan bahwa peristiwa longsor awalnya terjadi secara perlahan sebelum akhirnya semakin membesar.
Material berupa bebatuan mulai jatuh dari lereng gunung, lalu disusul runtuhan yang lebih besar.
“Mulanya hanya batu-batu kecil yang jatuh. Tapi lama-kelamaan longsor makin besar, batu dari atas Gunung Kaupas runtuh ke bawah,” ujar Rawi saat ditemui di lokasi pengungsian, Rabu (7/1/2026).
Suara gemuruh dari arah gunung membuat warga yang berada di dalam rumah panik dan bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.
Kekhawatiran akan rumah tertimpa batu membuat warga memilih mencari tempat yang lebih aman.
“Begitu dengar suara keras, warga langsung keluar rumah. Semua takut rumahnya kena runtuhan batu,” katanya.
Pasca kejadian awal, seluruh warga Kampung Cibodas sepakat mengungsi ke gedung madrasah setempat guna mengantisipasi longsor susulan.
Namun kekhawatiran tersebut terbukti, lantaran longsor kembali terjadi beberapa kali.
Rawi menyebutkan, longsor susulan pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, kemudian disusul kembali sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.
Secara keseluruhan, warga mencatat lima kali kejadian longsor dalam rentang waktu berbeda.
“Total ada lima kali longsor. Batu-batu besar jatuh dan posisinya sangat dekat dengan rumah warga,” ungkapnya.
Selain faktor alam, Rawi juga menyoroti kondisi Gunung Kaupas yang dinilainya semakin rawan.
Ia menduga adanya aktivitas penebangan pohon yang memperparah risiko longsor di kawasan tersebut.
“Di gunung itu sebenarnya banyak pohon, tapi sekarang kayu-kayu besar sudah ditebang. Ada aktivitas penebangan, cuma kami tidak tahu siapa pelakunya. Pohonnya memang ada yang punya, tapi kami tidak tahu orang mana,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan penanganan serius, mulai dari pemeriksaan kondisi lereng Gunung Kaupas hingga penelusuran dugaan penebangan liar yang disinyalir memperbesar potensi bencana.
Hingga berita ini diturunkan, warga Kampung Cibodas masih bertahan di lokasi pengungsian dan belum berani kembali ke rumah karena khawatir terjadi longsor susulan.***