SERANG – Ketua Komisi V DPRD Banten Ananda Trianh Salichan mengungkapkan, bahwa korban pelecehan seksual di SMA Negeri 4 Kota Serang lebih dari satu.
Hal ini diungkapkan Ananda usai memanggil Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kota Serang di ruang Komisi V DPRD Banten, Selasa (15/7/2025).
Ia mengaku telah bertemu dengan korban lain beserta keluarganya.
Korban lain, kata Politikus Golkar itu, siap menjadi saksi dan mengungkapkan kasus pelecehan ini.
“Total setidaknya ada empat korban yang bersedia mem-follow-up kasus ini, mereka minta identitasnya dirahasiakan,” kata Ananda.
Para korban lainnya, kata Ananda, memiliki ketakutan tersendiri saat mengungkapkan peristiwa tersebut.
Mereka yang berstatus pelajar aktif, berpotensi mendapatkan intimidasi dari pihak sekolah.
Guna mengatasi masalah ini, Ananda mengaku telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban Nasional agar mereka bisa terlindungi dari intimidasi pihak sekolah.
“Kami akan terus mengawal aspek pengawasan dan sanksi administratif melalui Komisi V dan juga dukungan kepada korban melalui lembaga bantuan hukum (LBH), mitra kami,” ujarnya.
Adik mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy itu menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Saya sudah mendapatkan kontak dari Kanit di Polres Kota Serang dan akan terus mengawal kasus ini,” tegasnya.
Ia berharap, persoalan ini bisa segera ditangani dengan baik dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Jangan lagi ada sekolah yang menormalisasi kekerasan seksual. Kalau persoalan mendasar seperti ini saja belum selesai, bagaimana kita bisa bicara soal peningkatan mutu pendidikan” tandasnya.
Di tempat yang sama, Plt Kepsek SMAN 4 Nurdiana Salam usai dipanggil Komisi V DPRD Banten, hanya bisa memastikan bahwa oknum guru pelaku pelecehan seksual tak lagi mengajar.
“Sedang kita proses dan oknum yang bersangkutan sudah dipastikan tidak lagi mengajar di SMA Negeri 4 Kota Serang,” tukasnya. (*/Ajo)