SERANG – LamiPak Indonesia bersama Frisian Flag Indonesia resmi meluncurkan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik Kertas Karton di Kabupaten Serang, Kamis (11/6/2026).
Program ini digagas untuk mendukung pengelolaan sampah kemasan susu pascakonsumsi yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peluncuran program yang berlangsung di Kabupaten Serang tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Merrijantij Punguan Pintaria, Ketua Pengurus IPRO Reza Andreanto, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah, industri, koperasi susu, dan lembaga pendidikan.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara LamiPak sebagai produsen kemasan aseptik dan Frisian Flag Indonesia sebagai produsen susu yang menggunakan kemasan tersebut.
Keduanya berkomitmen mendukung pengelolaan kemasan pascakonsumsi secara berkelanjutan.
Seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang mendistribusikan susu dalam kemasan karton aseptik kepada siswa, dibutuhkan sistem pengumpulan dan pengelolaan sampah yang baik agar kemasan bekas dapat ditangani secara bertanggung jawab. Program ini hadir sebagai salah satu solusi atas kebutuhan tersebut.
Sebanyak 20 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kecamatan Cikande ikut terlibat dalam program ini. Melalui pendekatan berbasis sekolah, para siswa diajak membiasakan diri memilah dan mengumpulkan kemasan bekas sebagai bagian dari pendidikan lingkungan sejak dini.
Managing Director PT Lami Packaging Indonesia, Hongbiao Li, mengatakan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan kemasan yang berkelanjutan.
“Program ini merupakan wujud komitmen kami untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi yang tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew Saputro, menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan kemasan pascakonsumsi.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh manfaat gizi dari Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan kemasan secara bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan,” katanya.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI, Merrijantij Punguan Pintaria, mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mampu menggabungkan edukasi lingkungan dengan pengelolaan kemasan pascakonsumsi.
Menurutnya, program ini dapat menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dini sekaligus mendukung pengembangan ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia melalui kolaborasi antara industri, pemerintah, sekolah, dan mitra daur ulang.
Kemasan yang berhasil dikumpulkan dari sekolah peserta nantinya akan disalurkan kepada mitra pengumpulan dan daur ulang untuk dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekonomi sirkular.
Ketua Pengurus IPRO, Reza Andreanto, menilai sistem pengangkutan menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi.
“Selain edukasi mengenai pemilahan, aspek pengangkutan juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia bahkan mengimbau Dinas Pendidikan Kabupaten Serang menerbitkan surat edaran untuk mendorong pengumpulan dan pengelolaan sampah kemasan susu dari Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan partisipasi seluruh satuan pendidikan dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Zaldi.
Selain peluncuran program, kegiatan juga diisi dengan edukasi gizi dalam rangka World Milk Day, simbolisasi “Milk Toss”, serta demonstrasi mekanisme pengumpulan kemasan karton aseptik yang akan diterapkan di sekolah-sekolah peserta.***