Maba FKIP Untirta Diminta Unggah KTP ke Google Drive, Keamanan Data Pribadi Dipertanyakan

SERANG – Sejumlah mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengaku khawatir setelah diminta mengunggah hasil pemindaian Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui Google Drive menjelang pelaksanaan Seputar Pengenalan Organisasi Kemahasiswaan (SPOK).

Pengumpulan dokumen identitas tersebut disampaikan untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru yang disebut melibatkan Dinas Kesehatan Banten.

Namun, persoalan muncul karena tautan Google Drive yang digunakan panitia sempat dapat diakses secara terbuka.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa baru terkait potensi penyalahgunaan maupun kebocoran data pribadi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, permintaan pengumpulan KTP disampaikan panitia pada Rabu, 12 Agustus 2026, atau sehari sebelum kegiatan SPOK FKIP Untirta dimulai.

Sebelumnya, mahasiswa baru telah dibagi ke dalam sejumlah kelompok. Sekitar pukul 14.23 WIB, mentor kelompok menyampaikan pemberitahuan agar peserta membawa fotokopi KTP saat mengikuti SPOK pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dokumen tersebut disebut diperlukan untuk keperluan pemeriksaan kesehatan.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 19.10 WIB, mahasiswa kembali menerima instruksi untuk mengunggah hasil scan KTP ke Google Drive yang disediakan panitia. Batas waktu pengunggahan ditetapkan hingga pukul 22.00 WIB.

Belakangan, mahasiswa mengetahui bahwa pengaturan akses pada tautan Google Drive tersebut memungkinkan dokumen yang telah diunggah untuk dilihat oleh pihak lain.

Persoalan itu kemudian menjadi perhatian di kalangan mahasiswa baru.

Keluhan juga muncul melalui akun media sosial @untirtamenfess_ yang mengunggah tangkapan percakapan yang diduga berasal dari mahasiswa baru FKIP Untirta.

Dalam unggahan tersebut, mahasiswa mengkhawatirkan pengumpulan KTP melalui tautan yang dapat diakses secara terbuka berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data pribadi.

Seorang mahasiswa baru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, panitia kemudian menyampaikan bahwa data KTP yang telah dikumpulkan tidak jadi digunakan untuk pemeriksaan kesehatan.

“Setahu saya di hari kedua atau ketiga ospek fakultas ada klarifikasi Ketua BEM serta pihak Dinas Kesehatan terkait data yang sudah di-upload tidak jadi digunakan,” ujar mahasiswa tersebut kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Informasi mengenai hal itu sebelumnya disampaikan melalui saluran WhatsApp yang digunakan untuk memberikan informasi terkait SPOK. Pemberitahuan tersebut dikirim sekitar pukul 07.00 WIB pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Meski demikian, mahasiswa tersebut mengaku masih menyimpan kekhawatiran mengenai keamanan data yang sebelumnya telah diunggah.

“Hal itu memang membuat saya khawatir karena takut data tersebut disalahgunakan oleh orang lain,” katanya.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya menjadi alasan pengumpulan KTP disebut tidak terlaksana selama kegiatan SPOK berlangsung.

Seorang mentor kelompok FKIP yang mengetahui persoalan tersebut juga membenarkan adanya pengumpulan KTP melalui Google Drive. Menurutnya, penjelasan dari pihak fakultas baru disampaikan setelah kegiatan SPOK dimulai.

Ia juga mengatakan tautan Google Drive yang sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan dokumen KTP kini sudah tidak dapat diakses.

BEM FKIP Sampaikan Permintaan Maaf

Persoalan tersebut juga sempat ditanggapi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Untirta melalui pesan klarifikasi.

Salinan klarifikasi tersebut diperoleh, meski pesan aslinya disebut telah dihapus dari saluran WhatsApp informasi SPOK.

Dalam klarifikasi tersebut, BEM FKIP mengakui adanya kesalahan dalam pengaturan akses Google Drive.

“Kami menyadari bahwa terdapat kekeliruan dalam pengaturan akses Google Drive sehingga data yang telah diunggah sempat dapat diakses oleh pihak lain,” demikian isi klarifikasi BEM FKIP.

BEM FKIP juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa baru atas persoalan tersebut. Dalam klarifikasi itu disebutkan bahwa data yang telah terlanjur diunggah telah dihapus dan akses menuju Google Drive telah ditutup.

“Data yang telah terlanjur diunggah sudah kami hapus dan akses terhadap Google Drive tersebut sudah kami tutup untuk mencegah data diakses lebih lanjut,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, mentor yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan terdapat mahasiswa baru yang menyampaikan keberatan karena dokumen KTP merupakan data pribadi.

“Dari mahasiswa baru pun ada yang keberatan karena ini kan data pribadi,” ujarnya.

Wartawan telah menghubungi Ketua BEM FKIP Untirta Dwi Alfiani untuk meminta penjelasan mengenai kronologi pengumpulan KTP mahasiswa baru tersebut.

Namun, Dwi belum memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu membahas persoalan tersebut bersama jajaran dekanat pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Sementara itu, Humas Untirta Adhitya Angga Pratama mengaku telah berupaya berkoordinasi dengan panitia SPOK terkait persoalan tersebut. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu penjelasan dari panitia.

“Dari kami masih menunggu jawaban dari pihak panitia. Soalnya sampai saat ini belum ada keterangan,” kata Angga.

Konfirmasi juga telah diajukan kepada Dekan FKIP Untirta Fadlullah mengenai mekanisme pengumpulan KTP mahasiswa baru, alasan penggunaan Google Drive, serta jaminan keamanan data pribadi mahasiswa.

Namun, hingga berita ini ditulis, Dekan FKIP Untirta maupun pihak terkait belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi tersebut. ***

Comments (0)
Add Comment