SERANG – Insiden kecelakaan kerja terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panenjoan yang berada di Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (4/3/2026) pagi.
Sebuah mesin streamer atau alat sterilisasi wadah makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan meledak dan menyebabkan dua pekerja dapur mengalami luka bakar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat para pekerja tengah melakukan proses pencucian ompreng, yakni wadah makan berbahan stainless steel yang digunakan dalam program MBG.
Ledakan terjadi ketika proses pengeringan berlangsung menggunakan mesin sterilisasi.
Koordinator Lapangan SPPG Carenang-Binuang, Ade Yusuf, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia mengaku menerima laporan langsung dari Kepala SPPG Panenjoan pada hari yang sama.
“Saya menerima informasi sekitar pukul 12.00 WIB dari kepala SPPG Panenjoan terkait kejadian itu,” ujar Ade Yusuf saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, dua korban mengalami luka bakar akibat dugaan kelalaian saat pengoperasian alat.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan teknis penggunaan peralatan dapur sebenarnya telah diberikan kepada para relawan.
“Kami sudah melakukan pelatihan teknis di dapur. Kemungkinan ini terjadi karena faktor human error saat penggunaan mesin,” jelasnya.
Ade Yusuf juga menyampaikan bahwa pihak pengelola tengah memproses pendaftaran relawan ke program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Namun hingga kejadian berlangsung, kedua korban masih dalam tahap antrean administrasi sehingga belum terdaftar sebagai peserta.
“Karena BPJS masih dalam proses, maka biaya pengobatan dan perawatan korban sementara ditanggung oleh pihak mitra,” katanya.
Ia menambahkan, insiden tersebut telah dilaporkan kepada SPPG pusat sebagai laporan khusus untuk evaluasi operasional dapur MBG.
Lebih lanjut, Ade Yusuf menegaskan bahwa standar K3 menjadi syarat wajib operasional dapur SPPG, termasuk penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), sarung tangan pelindung, serta perlengkapan keamanan lainnya.
Berdasarkan hasil evaluasi awal, ledakan diduga terjadi karena lemari pengering ompreng tidak dibuka terlebih dahulu sebelum mesin dinyalakan.
“Seharusnya lemari pengering dibuka lebih dulu. Karena langsung dihidupkan tanpa prosedur itu, akhirnya terjadi ledakan,” pungkasnya.***