One Way Gate, Menteri LH Ungkap 14 Kendaraan di Modern Cikande Terdeteksi Terpapar Radiasi

 

SERANG – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan seluruh kendaraan yang keluar masuk Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, diperiksa secara ketat untuk mencegah penyebaran paparan radioaktif jenis cesium-137.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofik mengatakan, hingga saat ini sejumlah kendaraan telah terdeteksi mengalami kontaminasi.

Pemeriksaan dilakukan di pos utama menggunakan alat pendeteksi radiasi milik Gegana Polri.

“Jadi (kendaraan) ini sedang diperiksa ya, begitu selesai mereka akan diperbolehkan jalan. Sampai hari ini ada lima kendaraan yang terkontaminasi, kemarin enam, dan sebelumnya tiga, jadi total ada 14 kendaraan. Dari jumlah itu, sembilan sudah selesai ditangani, tinggal lima lagi,” kata Hanif saat meninjau lokasi pemeriksaan kendaraan di Modern Cikande, Selasa (7/10/2025).

Ia menjelaskan, setiap kendaraan yang terdeteksi mengandung paparan radiasi akan langsung difilter dan dikarantina untuk penanganan lebih lanjut.

“Mobil yang terdeteksi biasanya kami filter, kemudian diarahkan untuk mengganti komponen yang terpapar. Bagian yang lama dan terkontaminasi akan dimasukkan ke drum dan disimpan di PT PMT sebagai tempat penampungan sementara,” ujarnya.

Hanif menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari sistem One Gate yang diberlakukan pemerintah sebagai upaya memastikan semua kendaraan dan barang dari kawasan industri tersebut aman dari unsur radioaktif sebelum meninggalkan area.

“Semua kendaraan yang keluar masuk di kawasan Modern Cikande wajib melewati pemeriksaan ini. Kalau ditemukan terkontaminasi, langsung dibawa ke area dekontaminasi,” tegasnya.

Pemerintah juga menggandeng Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Gegana Polri untuk memperkuat pengawasan dan memastikan proses dekontaminasi berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Hanif menambahkan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi batas wilayah yang telah ditandai sebagai zona pengawasan. Pemeriksaan dan pemantauan dilakukan selama 24 jam secara bergilir oleh tim gabungan.***

Comments (0)
Add Comment