Pedagang Keluhkan Penurunan Omzet, Pemkot Serang Evaluasi Pembatasan Akses Kendaraan di Kawasan Royal Baroe

 

SERANG – Sejumlah pemilik toko yang berada di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, mengeluhkan penurunan omzet sejak diberlakukannya pembatasan akses kendaraan di area tersebut.

Kebijakan ini dinilai membuat pelanggan enggan berbelanja karena sulitnya akses parkir.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Investasi dan Pembangunan Kota Serang, Wahyu Nurjamil, memastikan bahwa seluruh aspirasi pedagang telah ditampung untuk segera ditindaklanjuti.

“Kami sudah menampung seluruh aspirasi pedagang. Pemerintah sedang memfinalisasi solusi konkret yang akan disampaikan kepada Walikota Serang, Budi Rustandi,” ujar Wahyu Nurjamil, Rabu (28/1/2026).

Salah satu solusi utama yang disiapkan pemerintah daerah adalah pengembalian jam operasional lalu lintas menjadi normal pada hari kerja.

“Ketika sudah terjadi ketertiban, jalan akan dibuka kembali menjadi jam normal. Senin sampai Jumat dibuka 24 jam,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, penutupan jalan hanya akan diberlakukan pada akhir pekan atau saat ada acara khusus, dengan durasi terbatas.

“Nanti pada hari Sabtu dan Minggu, atau kalau ada event, baru ditutup. Itu pun dari jam 4 sore sampai jam 10 malam. Siangnya tetap ada aktivitas mobil masuk,” katanya.

Wahyu menegaskan, kebijakan pembatasan kendaraan sebelumnya bersifat sementara dan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta memperkenalkan wajah baru kawasan Royal Baroe.

Namun, pihaknya juga memahami dampak ekonomi yang dirasakan sebagian pedagang.

“Biasanya pelanggan datang sore hari sepulang kerja. Ketika sore ditutup, pelanggan malas berjalan kaki dan parkir jauh, akhirnya tidak jadi beli. Itu alasan omzet mereka berkurang,” ungkap Wahyu.

Meski demikian, Wahyu tetap mendorong pemilik toko untuk beradaptasi dengan perubahan konsep kawasan Royal Baroe yang kini diarahkan menjadi area wisata kuliner dan hiburan.

“Ada yang mengeluh, tapi ada juga yang omzetnya meningkat. Bagi yang menurun, ini sedang dicarikan solusinya oleh Pak Wali Kota. Besok akan kami sampaikan hasil pembahasannya,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment