Peduli Keselamatan, Astra Tol Tamer Gelar Safety Driving Talk Show

 

SERANG-Astra Tol Tangerang-Merak (Tamer) menggelar Safety Driving Talk Show di Rest Area KM 68 A, Kota Serang pada Sabtu (27/9/2025).

Dalam acara ini, menghadirkan dua pemateri. Pertama ialah Ketua Subkomite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan.

Ahmad Wildan memberikan penjelasan dan tips-tips dihadapan para supir dan lainnya mengenai faktor-faktor penyebab kecelakaan yang terjadi di jalan tol.

Beberapa penyebab seperti kurang kompeten dan disiplin bagi supir di jalan tol turut menyumbang angka kecelakaan. Kompeten dalam artian, kata dia, supir harus paham mengenai seluk beluk mengenai kendaraan yang dibawanya.

“Perlu kompetensi dalam berkendara, jujur bila dalam keadaan tak fit atau sakit dan tak kalah penting mengenai disiplin dalam berkendara,” jelasnya.

“Kita harus pastikan pengemudi mobil kompeten, paham jalan, kendaraan, disiplin misalnya tak rokok sambil mengemudi dan hal-hal lain,” sambungnya.

Ahmad Wildan selama bertugas menginvestigasi sejumlah kecelakaan di tol di Indonesia, mengungkapkan pernah menemui kasus kecelakaan karena kelalaian supir sendiri.

“Jangan minum obat sambil mengemudi, memang gak semua obat bikin ngantuk, tapi ini bisa mengurangi kewaspadaan, efeknya bisa bahaya,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, banyak kecelakaan yang terjadi disebabkan karena muatan yang tak dipasang dengan benar. Ia mencontohkan, pernah menemui kecelakaan yang terjadi akibat gulungan besi yang tak diikat dengan benar.

“Ada di muatan, di lintasan, di kendaraan. Muatan misalnya, kita lalai, salah ngikat dan sebagainya,” terangnya.

Tak kalah penting, mengenai persiapan sebelum berkendara, misalnya tekanan ban haruslah pas. Ada kasus kecelakaan yang terjadi ketika ban truck tiba-tiba pecah di tengah jalan.

“Penyebab pecah ban itu tekanan angin kurang, bukan lebih, ini harus diperhatikan. Nah pelajari juga mengenai Lampu hazard, kapan itu harus dinyalakan,” ujarnya.

“Jangan mengandalkan ban cadangan atau darurat jika terjadi pecah ban, boleh digunakan tapi hanya sementara. Jika digunakan, maka turunkan kecepatan, cari rest area, gantilah ban karena kita ga tau ban cadangan itu gimana kondisinya,” sambungnya.

Masih mengenai keselamatan, ia menjelaskan bahwa jika badan lelah maka segera istirahat, jangan dipaksakan. Kecelakaan, kata dia, tak hanya merugikan diri sendiri, juga bisa merugikan orang lain.

Kemudian pemateri kedua dari Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana. Di bahasa ini, Sony menitikberatkan pada kondisi supir yang harus fit ketika berkendara, terutama di jalan tol.

“Otot, otak, syaraf harus siaga, maka istirahatlah, tidur cukup satu jam. Yang terpenting, membangun bagaimana pola pikir yang sehat, hindari micro sleep,” terangnya.

Untuk micro sleep atau tidur singkat, Sony menjelaskan bahwa hal ini tidaklah diperbolehkan.

“Kalau sudah jalan tol, itu bisa terhipnotis, kan jalan tol jauh, panjang, pemandangannya itu-itu aja. Jalan tol kan beda, kecepatan relatif tinggi” jelasnya.

Terakhir, apabila sedang berkendara, maka ada baiknya jangan menunggu lelah datang. Pengemudi hendaknya beristirahat sebelum lelah berat menyergap.

“Namanya istirahat jangan tunggu capek, kalau mau istirahat dengan tidur terus ngopi, ada baiknya ngopi dulu baru tidur, karena efek kafein itu satu jam pasca diminum,” jelasnya.

Lewat agenda ini, Astra Tol Tangerang-Merak senantiasa peduli dan konsisten terhadap keselamatan para pengemudi dan penumpang. (*/Ajo)

Comments (0)
Add Comment