SERANG – Pemerintah Kota Serang berencana mengajukan pinjaman alias hutang sebesar Rp 145 miliar.
Hal ini tercantum dalam Dokumen RPJMD Kota Serang tahun 2025-2029 yang telah disetujui oleh DPRD pada Sabtu (2/8/2025).
Dalam RPJMD, dokumen tersebut memasukkan seluruh janji politik yang diusung oleh pasangan Budi Rustandi-Nur Agis Aulia pada saat kampanye Pilkada 2024.
Di dokumen RPJMD yang telah disetujui, Pemkot Serang merombak signifikan proyeksi APBD tahun 2026 hingga 2030.
Dari informasi internal yang dihimpun, perombakan dilakukan untuk mengakomodir pengajuan pinjaman daerah alias hutang di tahun 2026 mendatang.
Masih dalam RPJMD, APBD Kota Serang di tahun 2026 diproyeksikan defisit Rp 145 miliar. Guna menambal ini, Pemkot menutupinya dengan nilai yang sama, yakni Rp 145 miliar.
Menilik dari draf RPJMD sebelumnya, terdapat perubahan yang signifikan pada ringkasan proyeksi APBD Kota Serang. Di draf sebelumnya, tak memproyeksikan defisit di tahun 2026. Malahan di draf RPJMD sebelumnya justru memproyeksikan surplus sebesar Rp12,5 miliar.
Perbandingan
Dari perbandingan RPJMD yang telah disetujui dengan RPJMD versi draf awal, postur anggaran keduanya berbeda jauh pada tahun 2026 hingga 2030.
Di RPJMD yang telah disetujui, postur anggaran tahun 2026 terdiri atas Pendapatan Daerah sebesar Rp1.287.182.543.002. Rinciannya, PAD sebesar Rp412.923.485.484 dan pendapatan transfer sebesar Rp874.259.057.518.
Sementara itu untuk Belanja Daerah diproyeksikan senilai Rp1.432.182.543.002, dengan rincian Belanja Operasi sebesar Rp1.112.682.753.352, Belanja Modal sebesar Rp312.499.789.650, dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp7 miliar.
Untuk pembiayaan terdiri atas Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp161.125.000.000 dan Pengeluaran Pembiayaan senilai Rp16.125.000.000, dengan total nilai pembiayaan setelah dilakukan pengurangan sebesar Rp145 miliar.
Sementara untuk postur anggaran tahun 2026 yang tercantum pada draf RPJMD, yaitu Pendapatan Daerah sebesar Rp1.287.982.543.002. Rinciannya, PAD sebesar Rp413.723.485.484 dan Pendapatan Transfer sebesar Rp874.259.057.518.
Kemudian utang atau pinjaman daerah, menurut sumber internal, disebut akan diambil antara dari Bank Banten maupun BJB, dengan bunga yang diperkirakan mencapai 9 persen per tahunnya.
Janji Politik Budi-Agis
Sejumlah janji politik Budi-Agis yang dituangkan dalam 13 program unggulan, bakal direalisasikan di tahun 2026 mendatang.
Melansir laman resmi https://ppid.serangkota.go.id/, ketiga belas program unggulan Budi-Agis, seperti penyediaan seragam sekolah gratis mulai dari SD hingga SMP, penyediaan modal UMKM, Serang Sehat, Serang Bersih, Serang Menyala, dan lainnya.
Budi mengakui program unggulan tersebut membutuhkan anggaran yang tak sedikit.
Masyarakat juga diminta memahami kondisi keuangan daerah, yang perlu inovasi baru dalam mendongkrak PAD Kota Serang, jika ingin Ibu Kota Provinsi Banten bisa berubah dengan cepat, dengan didukung ketersediaan anggaran pembangunan yang cukup.
Sementara, untuk mewujudkan program-program dan pembangunan yang diinginkan masyarakat, diperlukan biaya yang tidak sedikit.
“Karena untuk membangun itu diperlukan uang yang tidak sedikit. Bagaimana kita bisa mewujudkan semuanya jika uangnya tidak tersedia, ” katanya, Minggu (27/7/2025). (*/Ajo)