Pemkot Serang Relokasi 300 Pedagang Pasar Rau, Dipindahkan ke Area Baru yang Lebih Layak

 

SERANG – Penataan besar-besaran di Pasar Rau Serang akhirnya benar-benar berjalan.

Atas instruksi langsung Walikota dan atensi Gubernur serta Kapolda, tim gabungan resmi melakukan penertiban pedagang di sepanjang jalur blok M hingga Cangkring.

Puluhan kendaraan dump truk dan alat berat hilir mudik disekitar PIR mengangkut puing-puing sisa-sisa bangunan PKL.

Dalam tahap pertama, sekitar 300 pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan diminta pindah ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

“Kita sudah cek tempatnya dan pastikan sangat layak. Pilihannya hanya dua pindah ke dalam atau tidak boleh berjualan sama sekali,” tegas Kasatgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Selasa, (29/7/2025).

Wahyu menambahkan, demi memastikan ketertiban berjalan, tim gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri akan berjaga setiap hari agar tidak ada pedagang yang kembali mengokupasi jalan.

Terkait keluhan kecemburuan sosial karena adanya pedagang di lahan pribadi, Wahyu menegaskan penertiban hanya dilakukan untuk pedagang yang melanggar aturan, khususnya yang berdiri di atas trotoar, irigasi, atau pipa gas.

“Yang jelas, penertiban ini fokus pada pelanggaran aturan, bukan soal lahan milik pribadi,” katanya.

Penertiban tahap dua akan dilakukan bulan depan, menargetkan sekitar 100 pedagang yang masih berada di luar area pasar.

Mereka akan ditempatkan di lantai rooftop untuk zona grosir, dengan akses masuk melalui terminal Cangkring.

Soal fasilitas, Wahyu memastikan Pemkot sudah berkoordinasi dengan PT Pesona untuk segera memperbaiki akses dan area parkir, demi kenyamanan pedagang dan konsumen.

“Pindah ke tempat baru gratis. Nantinya memang ada biaya retribusi, tapi awal relokasi tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Penataan Pasar Rau ini merupakan langkah awal menuju pembangunan pasar induk yang modern.

Wahyu mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan total dimulai pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp200-300 miliar dan berlangsung selama dua tahun.

Sambil menunggu proses pembangunan dimulai, seluruh pedagang akan direlokasi ke lokasi sementara yang sudah dipetakan.

“Kapasitas lahan bisa menampung 2.500 pedagang, cukup untuk seluruh PKL Pasar Rau,” tandasnya.

Wahyu menutup penjelasannya bahwa tujuan utama program ini adalah menghadirkan pasar induk yang layak, bersih, dan modern, serta membuat kota Serang semakin tertib dan nyaman.

“Semua upaya ini demi meningkatkan kualitas hidup warga dan membangun kota yang berdaya saing,” pungkasnya.

Disisi lain Walikota Serang Budi Rustandi pelototi langsung pelaksanaan penertiban dan relokasi pedagang kreatif lapangan (PKL) yang berada di luar Pasar Induk Rau (PIR)

Tidak hanya memastikan pelaksanaan dan penertiban PKL berjalan lancar, Budi Rustandi juga memonitor langsung kesiapan lapak yang akan ditempati oleh para pedagang.

Pantauan di lapangan, disela kunjungannya, Budi Rustandi juga memonitor langsung normalisasi aliran sungai di sekitar PIR, serta memastikan proses bongkar muat puing-puing sisa berdagang agar bisa segara diangkut ketempat pembuangan sampah akhir.

Hal itu dilakukan agar badan jalan yang mengelilingi PIR bisa bersih dari sampah dan puing-puing bangunan dan menjadi lebar.***

Pasar RauPemkot SerangRelokasi
Comments (0)
Add Comment