SERANG – Sekelompok pemuda di Desa Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan lewat aksi nyata.
Berangkat dari kegelisahan terhadap tumpukan sampah di lahan-lahan kosong, mereka bergotong royong menciptakan insinerator sederhana sebagai solusi pengelolaan limbah.
Adam Trifaldi, salah satu penggagas kegiatan ini, mengungkapkan bahwa inisiatif ini tidak hanya menjawab persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda desa.
“Dari alat pembakar ini, selain lingkungan jadi bersih, kami juga bisa memanfaatkan residu pembakaran untuk dijadikan bahan dasar paving block. Saat ini kami sedang dalam proses pembuatannya,” ujar Adam, Rabu (9/7/2025).
Adam berharap, semangat yang tumbuh di desanya bisa menjalar ke daerah-daerah lain di Indonesia.
“Kalau bukan kita yang rawat bumi ini, siapa lagi? Kita mulai dari hal kecil, dari lingkungan kita sendiri,” tutupnya penuh harap.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Kepala Desa Anyer, Juhaedi, turut meninjau dan memberi dukungan langsung di lokasi.
Camat Anyer menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan para pemuda tersebut.
Ia menilai aksi seperti ini sangat jarang ditemukan di tengah menurunnya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.
“Sangat membanggakan. Mereka bukan hanya peduli, tapi juga membawa perubahan positif di masyarakat,” kata H. Imron.
Dukungan juga datang dari warga. Diki, Ketua RT Kampung Waluran, menyebut bahwa aksi para pemuda ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil.
“Kami bangga memiliki generasi muda seperti mereka. Gerakan ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal,” pungkasnya. (*/Fachrul)