Polda Banten Paparkan Hasil Penyelidikan Kecelakaan Odong-odong Maut

 

SERANG – Ditlantas Polda Banten ungkap kecelakaan kendaraan odong-odong yang terjadi di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Selasa, (26/7/2022).

Hal itu disampaikan oleh Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga saat konferensi pers di Polres Serang, Rabu, (27/7/2022).

Shinto mengatakan bahwa Penyidik Ditlantas Polda Banten telah menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) dalam mengungkap Laka ini.

“Penyidik Ditlantas Polda Banten telah memberdayakan TAA untuk memperoleh review 3 dimensi terhadap peristiwa laka tersebut dengan pendekatan scientific investigation, dan hasil review sudah diberikan kepada penyidik Satlantas Polres Serang untuk melengkapi alat bukti dalam penyidikan,” jelas Shinto.

Sesuai dengan hasil TAA, diketahui kecepatan kereta api yg melintas dari Merak ke Jakarta di TKP sekitar 72 km/jam dan kecepatan odong-odong sekitar 40 km/jam.

Shinto juga mengatakan bahwa Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto pada pukul 10.00 Wib ikut mendampingi pihak Jasa Raharja Cabang Banten dan Walikota Serang di Kantor Kelurahan Pengampelan Kecamatan Walantaka untuk memberikan santunan kepada 9 keluarga korban laka yang meninggal dunia.

Kemudian pada siang tadi sekitar pukul 12.45 Wib tim penyidik laka lantas dari Korlantas Polri dipimpin Kasubdit Laka Direktorat Gakkum Kombes Pol. Hotman Sirait juga telah melakukan pengecekan lanjutan TKP sebagai bentuk asistensi dan dukungan Korlantas dalam penuntasan perkara laka ini.

“Pasca dari TKP, asistensi Korlantas juga dilakukan ke penyidik di Satlantas Polres Serang yang dalam diskusi bersama penyidik telah sepakat untuk menetapkan subjek hukum tidak hanya pada pengemudi tapi juga pihak yang memodifikasi kendaraan, terutama juga pada upaya preventif agar kecelakaan serupa tidak terjadi di kemudian hari,” terang Shinto.

Selanjutnya, untuk update jumlah penumpang yang ikut di dalam kendaraan odong-odong tersebut sebanyak 33 orang, diluar supir JL (27) dengan kondisi 9 penumpang MD dan 24 penumpang luka-luka pasca kecelakaan, namun 13 diantaranya sudah diperbolehkan kembali dari Rumah sakit.

“Sampai dengan siang ini, kita bersyukur bahwa 13 penumpang yang alami luka ringan sudah pulang dari RS Hermina Ciruas, sementara yang lainnya masih dalam perawatan,” ujar Shinto. (*/Fachrul)

Comments (0)
Add Comment