SERANG– Kepala Desa Mander Edo Saefudin mengaku ditegur Bupati Serang Ratu Zakiyah pasca viral di medsos polemik belum melunasi transaksi pembelian 16 ekor sapi dari pedagang asal NTB.
“Udah, Bu Zakiyah telfon sama saya kemarin sore (Rabu, 6/5) menanyakan itu,” ujarnya, melalui telepon seluler, Kamis (5/6/2025).
Terkait isi percakapan, Edo mengaku bahwa Ratu Zakiyah memintanya untuk segera menyelesaikan polemik yang menjerat dirinya.
Kades Mander tiga periode itu mengakui bahwa memang dirinya belum melunasi transaksi pembelian sapi di tahun 2024 itu.
Alasan belum melunasi, Edo mengaku terkena musibah berupa kena tipu.
“Iya saya ada sangkutan di situ. Waktu itu sapinya sudah dijual langsung ke tengkulak, kerugian kena tipu 120 juta,” katanya.
“Iya secara janji dua Minggu, habis lebaran seminggu, ternyata kan uangnya di transfer ke orang, jadi orangnya kabur. (Di transfer) ke si Win, temen bisnis saya,” sambungnya.
Ia membenarkan pembelian sapi sebanyak 16 ekor dan total pembelian sebesar Rp 290 juta, seperti apa yang tertera dalam unggahan di medsos.
Untuk pembayaran dimuka, ia mengungkapkan bahwa DP sebesar Rp 25 juta, bukan Rp 20 juta. Total keseluruhan yang sudah ia bayarkan beserta DP, sekitar Rp 60 juta lebih secara bertahap.
“Iya 16 (ekor) Rp 290 juta, benar,” ungkapnya.
Terkait jaminan surat rumah untuk pelunasan, Edo mengaku surat rumahnya ada di tangan Fadil.
Edo pasrah apabila rumahnya ingin dijual. Hanya saja apabila rumahnya dijual, Edo ingin harga yang sesuai.
“Rumah saya sudah dijaminkan, bahkan surat-suratnya sudah dipegang Fadil (pemilik sapi). Kalau memang mau dijual, ayo kita cocokkan dulu nilainya. Masak rumah saya dijual begitu saja untuk menutup utang,” katanya.
Edo menegaskan akan menyelesaikan masalah pribadi ini.
“Saya mau tangani sendiri aja, jadi ibaratnya aib saya gitu,” tandasnya. (*/Ajo)