Prodi Manajemen Unpam Serang Bekali Mahasiswa Lewat Seminar Nasional: Seni Membaca Peluang Usaha dari Nol

SERANG–Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin ketat dan disrupsi digital, kreativitas menjadi mata uang baru bagi generasi muda untuk bertahan dan berkembang.

Semangat inilah yang melandasi Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Seminar Nasional bertajuk “Seni Berpikir Kreatif: Kunci Utama Membaca Peluang Usaha dari Nol”.

Seminar digelar pada Sabtu, 7 November 2026, bertempat di Aula Gedung A Lantai 1 Unpam Kampus Serang.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ade Ridwan selaku Ketua Pelaksana Seminar Nasional.

Tak hanya digelar secara luring, seminar juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube @SasmitaJayaTVOfficial, sehingga menjangkau peserta lebih luas, tidak hanya mahasiswa Unpam Serang, tapi juga masyarakat umum yang ingin belajar kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Ade menegaskan seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial akademik, tapi bagian dari komitmen Prodi Manajemen membangun budaya akademik yang berorientasi pada kemandirian ekonomi mahasiswa.

Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan tantangan Gen Z saat ini. Banyak anak muda yang ingin berbisnis, namun terkendala mindset bahwa usaha harus dimulai dengan modal besar, tempat mewah, dan pengalaman panjang.

“Padahal, peluang usaha sering kali berawal dari hal sederhana. Dari kemampuan kita melihat persoalan di sekitar, memahami kebutuhan masyarakat, lalu menghadirkan solusi lewat kreativitas dan inovasi. Itu yang ingin kita tanamkan,” ujar Ade.

Ia berharap forum ini menjadi ruang akademik sekaligus inspiratif, tempat mahasiswa belajar bagaimana ide sederhana bisa diolah menjadi peluang usaha yang bernilai, berkelanjutan, dan membuka lapangan kerja.

Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan dua narasumber yang memiliki latar belakang berbeda, sehingga memberikan perspektif utuh dari hulu ke hilir.

Narasumber pertama, M. Irfan, Founder Indonesia Muda Preneur.

Ia membawakan materi tentang pentingnya membangun pola pikir entrepreneur di kalangan generasi muda.

Menurut Irfan, berpikir kreatif bukan sekadar melahirkan ide yang nyeleneh atau berbeda, melainkan kemampuan mengolah gagasan menjadi sesuatu yang memiliki manfaat, nilai tambah, dan potensi ekonomi.

“Jangan hanya jadi konsumen inovasi orang lain. Jadilah pencipta solusi. Mahasiswa harus berani memulai, berani gagal, dan berani belajar lagi,” tegas Irfan di hadapan peserta.

Sementara narasumber kedua, Bambang Permadi, Direktur PT Rumah Berkah Wisata, memberikan perspektif yang lebih praktis dan membumi.

Berbekal pengalaman memimpin perusahaan travel dan wisata, Bambang memaparkan realitas dunia usaha: bagaimana membaca peluang pasar, membangun strategi bisnis yang tepat, mengelola sumber daya manusia, mengatur keuangan, hingga menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan.

Kolaborasi dua perspektif ini membuat peserta tidak hanya mendapat teori konseptual, tapi juga gambaran nyata tentang lika-liku membangun usaha dari nol.

Jalannya seminar berlangsung interaktif dan komunikatif. Diskusi dipandu oleh moderator Mina Wati Dewi, yang berhasil menghubungkan materi antar narasumber dan menggali pertanyaan kritis dari peserta.

Sementara rangkaian acara dikawal oleh dua pembawa acara (MC), yakni Nisa Awalia, dan Alfatha Abda, sehingga acara berjalan terstruktur, tertib, dan tetap hidup.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Banyak mahasiswa yang aktif bertanya, mulai dari cara menemukan ide bisnis di lingkungan kampus, memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, hingga cara mengelola mental saat usaha sepi.

Pada akhirnya, Seminar Nasional ini menegaskan satu pesan penting: kewirausahaan adalah jalan strategis bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian.

Peluang usaha sesungguhnya ada di mana-mana. Perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi digital, kebutuhan masyarakat yang belum terlayani, bahkan persoalan sampah di lingkungan sekitar, semua bisa menjadi sumber inspirasi bisnis jika dilihat dengan kacamata kreatif.

“Mahasiswa memiliki potensi besar. Melek teknologi, adaptif, dan kreatif. Potensi itu harus didukung dengan keberanian mengambil langkah awal. Jangan takut memulai dari nol, karena semua pengusaha besar juga berawal dari nol,” pungkas Ade.

Melalui kegiatan ini, Prodi Manajemen Unpam Kampus Serang berharap lahir entrepreneur muda yang tidak hanya berorientasi profit, tapi juga mampu menciptakan nilai, membangun kepercayaan pelanggan, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi bangsa.***

Prodi manajemenSeminar NasionalUnpam serang
Comments (0)
Add Comment