Ratusan Warga Geruduk Tol Cilegon Timur, Desak Gubernur Tertibkan Kemacetan Truk

 

SERANG – Ratusan warga Bojonegara dan Puloampel, Kabupaten Serang, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Tol Cilegon Timur, Senin (17/11/2025).

Massa mendesak Gubernur Banten Andra Soni segera menertibkan lalu lintas truk besar yang dinilai menjadi sumber kemacetan kronis di wilayah tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Fahmi Adam, mengatakan kemacetan telah berlangsung selama lebih dari dua dekade dan semakin memburuk akibat meningkatnya aktivitas angkutan tambang.

“Ini wujud keresahan masyarakat setelah 22 tahun menghadapi kemacetan parah. Kami meminta pemerintah mengevaluasi seluruh aktivitas tambang dan memastikan kepatuhan pada Pergub tentang jam operasional,” ujarnya.

Massa juga menuntut pelebaran jalan nasional di Bojonegara–Puloampel serta perbaikan PJU yang dinilai minim dan sering mati.

Mereka menegaskan akan bertahan hingga pukul 17.00 WIB dan mengancam melanjutkan aksi dengan peserta lebih besar jika Gubernur tak hadir.

Sementara itu, Sekda Banten Deden Apriandhi yang menemui massa menjelaskan bahwa Pemprov Banten telah menyiapkan langkah penegakan aturan.

“Gubernur sangat konsisten. Pembatasan waktu angkutan tambang sudah diatur dalam Pergub, namun implementasinya belum optimal. Minggu ini kami dirikan posko di setiap akses tambang untuk memastikan kepatuhan,” katanya.

Deden menyebut satgas penertiban akan melibatkan Pemprov Banten, Satpol PP, Dishub, Pemkab Serang, TNI, dan Polri.

Terkait permintaan pelebaran jalan, ia menegaskan kewenangan berada di pemerintah pusat.

Kehadiran Sekda dan pejabat terkait tidak meredakan desakan masyarakat.

Massa tetap meminta Gubernur Andra Soni turun langsung ke lokasi dan menolak menerima janji tanpa realisasi.***

Comments (0)
Add Comment