Rombak Pasar Induk Rau Butuh Dana Rp 300 Miliar, Pemkot Serang Bakal Berhutang

 

SERANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana bakal mengajukan pinjaman uang alias berhutang ke bank. Hutang tersebut digunakan untuk merombak Pasar Induk Rau.

Untuk melaksanakan rencana pembangunan Pasar Induk Rau, Pemkot Serang membutuhkan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp200 hingga Rp300 miliar.

Walikota Serang, Budi Rustandi mengatakan bahwa pembangunan pasar Induk Rau rencananya dimulai di tahun 2026.

Budi mengungkapkan, pembangunan pasar tak bisa hanya mengandalkan APBD Kota Serang.

Budi menuturkan, peminjaman ke bank merupakan arahan dari Pemerintah Pusat, karena lebih ringan pembiayaan serta bunganya.

“Kalau pinjam di bank itu bunganya lebih murah. Saya empat tahun lagi (menjabat), kalau tidak tahun depan, mau kapan lagi selesainya,” ujarnya, Rabu, (13/8/2025).

Ia mengatakan, pembangunan Pasar Induk Rau merupakan keinginan dari masyarakat dan para pedagang.

Mereka mengeluhkan pasar Rau kepada Budi saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang.

“Ini bukan cuma keinginan saya, mereka (masyarakat) yang ingin membangun, termasuk para pedagang, komplainnya itu ke saya waktu jadi Wakil hingga Ketua DPRD, sampai jadi Walikota, mereka komplainnya ingin dibangun,” kata dia.

Ditambah, bangunan gedung lama Pasar Rau kondisinya dinilai sudah tidak layak lagi untuk digunakan untuk berdagang, sehingga perlu dirombak total, pembangunan ulang.

Budi tak ingin jika hanya merenovasi bangunan lama, nantinya malah membahayakan para pedagang dan para konsumen saat berbelanja di Pasar Rau.

“Saya inginnya dari nol dibangun sesuai dengan konsep,” tukasnya. (*/Ajo)

Budi RustandiPasar RauWalikota Serang
Comments (0)
Add Comment