SERANG – Seorang lansia bernama Hamrah (80) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya sendiri yang roboh di Lingkungan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang,
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar waktu Magrib, ketika hujan masih mengguyur kawasan tersebut.
Saat kejadian, korban sedang seorang diri di rumah, sementara anggota keluarga lainnya bersiap menunaikan salat di masjid.
“Ibu mau ambil air wudu, rencananya mau salat. Baru mau masuk ke dalam rumah, tiba-tiba bangunannya langsung roboh,” ujar Rohmat, anak korban, dengan suara bergetar saat ditemui, Senin (2/2/2026).
Rohmat menuturkan, sang ibu sempat ditemukan masih bernapas di bawah timbunan reruntuhan dinding dan atap rumah. Warga yang panik berusaha mengevakuasi korban secepat mungkin.
“Posisinya terlentang, agak miring. Bagian tubuhnya langsung tertimpa dinding,” ujarnya lirih.
Meski sempat dibawa ke klinik terdekat, nyawa Hamrah tak tertolong. Ia meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis.
Salah seorang tetangga, Hubaidillah, mengaku mendengar suara keras seperti ledakan sebelum rumah korban ambruk.
“Suara robohannya keras sekali, warga langsung keluar rumah. Begitu lihat, rumah Bu Hamrah sudah rata dengan tanah,” tuturnya.
Hubaidillah mengatakan sebagian dinding rumahnya ikut retak karena tertimpa reruntuhan bangunan dari rumah korban.
“Dinding rumah saya kena imbasnya, terutama di sisi yang berbatasan langsung. Tapi alhamdulillah, tidak ada keluarga yang terluka,” katanya.
Sementara, Camat Serang, Basuni, menyebutkan rumah yang roboh tersebut memang sudah dalam kondisi tidak layak huni.
Bangunan terbuat dari bata mentah yang dicampur kapur dan hanya sedikit semen, sehingga mudah rapuh, terutama saat diguyur hujan deras.
“Bangunan dari bata mentah dan belum disemen secara permanen. Hujan lebat beberapa minggu terakhir membuat dindingnya lembab dan rapuh,” ujar Basuni.
Ia menambahkan, selama musim penghujan tahun ini, sudah hampir sepuluh rumah di wilayah Kecamatan Serang yang mengalami kerusakan berat hingga roboh akibat cuaca ekstrem dan kondisi bangunan yang tidak kuat.
Usai kejadian, pihak kecamatan bersama BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Perumahan serta Permukiman Kota Serang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengecekan.
“Malam itu juga kami bersama seluruh unsur turun ke lapangan, melakukan identifikasi korban dan kondisi rumah,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Basuni meminta lurah, RT, dan RW segera mendata rumah-rumah warga yang sudah tidak layak huni.
“Kami minta semua rumah yang berpotensi roboh segera dilaporkan. Jangan menunggu sampai memakan korban,” tegasnya.***