SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang diperkirakan harus menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta hingga Rp350 juta untuk pelaksanaan seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, besarnya kebutuhan anggaran tersebut dipengaruhi oleh jumlah peserta yang cukup banyak, yakni mencapai 17 orang.
“Semakin banyak peserta yang mendaftar, otomatis kebutuhan anggaran juga meningkat. Proses wawancara kemungkinan memakan waktu lebih dari satu hari, sehingga biaya konsumsi dan honorarium panitia seleksi ikut membengkak,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, Surtaman, saat dikonfirmasi pada Rabu (23/7/2025).
Ia menambahkan, apabila jumlah pendaftar lebih sedikit, efisiensi anggaran bisa dilakukan.
“Kalau pesertanya hanya beberapa orang, bahkan di bawah Rp200 juta pun bisa mencukupi. Tapi karena jumlahnya kini mencapai 17 orang, maka anggaran yang disiapkan sekitar Rp350 juta,” ungkapnya.
Surtaman menegaskan bahwa anggaran tersebut belum termasuk biaya tambahan untuk asesmen yang melibatkan pihak luar.
Namun, apabila nantinya dana yang tersedia tidak mencukupi, pihaknya akan memanfaatkan alokasi dari seleksi jabatan lain yang sudah dianggarkan sebelumnya.
“Jika terjadi kekurangan anggaran, akan kami ambil dari pos anggaran seleksi terbuka untuk jabatan lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Surtaman mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi Sekda kali ini dilakukan di awal masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Serang.
Karena itu, pihaknya berharap dapat menjaring calon yang mampu merealisasikan visi dan misi kepala daerah ke dalam kebijakan yang terukur dan terstruktur.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa persoalan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tahapan seleksi terbuka kali ini.
“Target kami, seluruh proses seleksi rampung pada awal Agustus, sehingga Kabupaten Serang segera memiliki Sekda definitif,” tutup Surtaman. (*/Fachrul)