Setelah Diduga Tercemar Oli Bekas, Perairan Laut Pangkalan Nelayan di Puloampel Kembali Terpapar Limbah Berbau Menyengat

SERANG – Perairan laut di kawasan Pangkalan Nelayan Ambaru Pulo Kali, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, kembali diduga tercemar limbah dengan bau menyengat sejak Rabu (5/8/2026) malam.

Sebelumnya, perairan yang menjadi lokasi aktivitas nelayan tersebut juga diduga tercemar oli bekas.

Kondisi itu membuat warga setempat khawatir terhadap dampak pencemaran terhadap lingkungan dan aktivitas nelayan.

Warga setempat, Ajo Omega, mengatakan limbah yang muncul pada malam hari tersebut memiliki bau yang cukup menyengat.

“Setelah sebelumnya perairan laut ini dicemari oli bekas, kini kembali lagi malam. Limbahnya baunya menyengat,” kata Ajo kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, limbah tersebut diduga berasal dari arah laut lepas dan kemudian terbawa hingga ke kawasan pangkalan nelayan.

“Arahnya dari sana, di laut lepas. Karena di sini tidak ada sirkulasi aliran lagi, jadi mentok dan tertampung di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/8), kondisi perairan di sekitar tempat bersandarnya perahu nelayan juga tampak menghitam. Di permukaan air terlihat lapisan menyerupai minyak yang mengapung dan diduga berasal dari tumpahan oli bekas.

Warga mengatakan, pencemaran tersebut berkaitan dengan ulah oknum awak kapal yang membuang oli bekas secara sembarangan ke laut.

Ia menilai lemahnya pengawasan di kawasan perairan tersebut berpotensi menjadi celah bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuang limbah ke laut.

Kawasan Pulo Kali diketahui merupakan salah satu jalur pelayaran yang cukup padat. Selain menjadi lokasi kapal berlabuh, perairan di sekitar kawasan tersebut juga digunakan untuk aktivitas bongkar muat dan berada tidak jauh dari kawasan industri.

Warga berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan guna memastikan jenis serta sumber limbah yang mencemari perairan tersebut.

Pemeriksaan juga dinilai penting untuk mengetahui apakah pencemaran tersebut berkaitan dengan aktivitas kapal maupun kegiatan lainnya di sekitar kawasan perairan Puloampel.

Hingga berita ini tayang, belum terdapat keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai jenis, sumber, maupun penyebab munculnya limbah berbau menyengat dan dugaan pencemaran oli bekas di perairan Pangkalan Nelayan Ambaru Pulo Kali.***

Comments (0)
Add Comment