SPPG Banjarsari 1 Siapkan Menu Bergizi Selama Ramadan, Ahli Gizi Kawal Setiap Komposisi

SERANG – Selama bulan suci Ramadan, SPPG Banjarsari 1, Kecamatan Cipocok Jaya, terus menyalurkan menu makanan bergizi gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat.

Menu MBG yang disalurkan berupa makanan kering, sesuai pengawasan langsung dari ahli gizi.

Pemilik SPPG Banjarsari 1, Sri Hartini, mengatakan penyusunan menu harian dilakukan dengan pengawasan langsung dari ahli gizi agar asupan gizi anak tetap seimbang meski dalam suasana puasa.

“Setiap hari menunya berbeda-beda dan sudah dihitung oleh ahli gizi. Ada karbohidrat, protein nabati dan hewani, serta vitamin dari buah-buahan,” ujar Sri Hartini, Kamis (26/2/2026).

Untuk pengiriman dua hari, pihaknya menyiapkan dua paket berbeda.

“Besok (Jumat) kita kirim dua paket sekaligus. Hari Jumat menunya ada susu, telur rebus, abon, dan buah jeruk. Sementara untuk hari Sabtu, susunya tetap ada, telur, puding yang sedang dibuat, serta buah salak,” jelasnya.

Menurut Sri, pengaturan menu seperti ini mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar setiap penerima manfaat tetap mendapatkan asupan lengkap meski pengiriman disesuaikan selama Ramadan.

“Awalnya sempat dirapel tiga hari sekali, tapi banyak keluhan karena makanan jadi cepat rusak. Sekarang kembali setiap hari, hanya Jumat dikirim dua paket karena Sabtu sebagian sekolah libur,” katanya.

Total penerima manfaat di SPPG Banjarsari 1 saat ini mencapai 2.964 anak, menurun dari sebelumnya hampir 4.000 anak akibat adanya pembagian wilayah dengan dapur lain seperti SPPG Banjarsari 4.

“Sekarang kami berbagi dengan dapur lain agar pemerataan berjalan, jumlah penerima manfaat yang kami layani sekitar 2.900-an, termasuk B3” ucapnya.

Sri juga menjelaskan bahwa semua bahan makanan diperoleh melalui supplier legal dan terdaftar, bukan pembelian mandiri. Bahkan, sebagian besar bahan didapat melalui kerja sama dengan UMKM lokal.

“UMKM yang bekerja sama harus berbadan hukum dan terdaftar di BGN. Tapi kami tetap perhatikan kualitas, karena pernah juga produk roti dari UMKM tidak disukai anak-anak karena rasanya pahit,” tuturnya.

SPPG Banjarsari 1 juga menampung setiap masukan dari kepala sekolah maupun orang tua melalui grup komunikasi khusus.

“Kalau ada makanan rusak atau kurang, kami langsung ganti. Misalnya pisang yang penyok atau telur pecah, semuanya kami catat dan buat berita acara penggantian,” tambahnya.

Dengan sistem pengawasan gizi yang ketat serta keterlibatan UMKM lokal, Sri berharap program makanan bergizi ini terus memberi manfaat bagi anak-anak selama Ramadan.

“Yang penting anak-anak tetap semangat belajar, sehat, dan bergizi walau sedang berpuasa,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment