SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Kegiatan GPM kali ini dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Pabuaran, Kamis (26/2/2026).
Program yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten tersebut resmi dibuka sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung disambut antusias warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan bahwa pelaksanaan GPM menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya pada momen hari besar keagamaan yang biasanya diikuti kenaikan harga pangan.
“Pada periode menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berupaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama Ramadan 1447 Hijriyah, DKPP Kabupaten Serang telah menjadwalkan pelaksanaan GPM di tiga lokasi berbeda.
Setelah di Kecamatan Pabuaran, kegiatan akan digelar pada 5 Maret 2026 di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kecamatan Ciruas, dan dilanjutkan pada 12 Maret 2026 di halaman Kantor Kecamatan Gunung Sari.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Serang, Endra Nuryana, menjelaskan sejumlah komoditas yang disediakan dalam GPM di Pabuaran.
Di antaranya beras SPHP dijual Rp58.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp42.000 per kilogram, bawang putih Rp33.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp80.000 per kilogram, serta gula pasir Rp17.000 per kilogram.
Menurut Endra, harga tersebut berada di bawah harga pasar saat ini. Sebagai contoh, harga cabai rawit merah di pasaran berkisar antara Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram, sedangkan melalui GPM dijual Rp80.000 per kilogram.
Begitu pula telur ayam yang di pasaran mencapai Rp32.000 hingga Rp33.000 per kilogram, namun di GPM dijual Rp30.000 per kilogram.
“Selisih harga ini cukup signifikan, sehingga diharapkan benar-benar membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi kebutuhan selama Ramadan,” jelasnya.
Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Serang berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus menekan potensi lonjakan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Serang.***