Staff Desa Benarkan Kades Mander Kena Masalah Pembelian 16 Ekor Sapi, Sebut Pedagang Bakal Tempuh Jalur Hukum

 

SERANG-Staff Desa Mander, Kecamatan Bandung, Hedi membenarkan bahwa Kepala Desanya Edo Saefudin terkena masalah pembelian 16 ekor sapi.

Ia menyebutkan, pihak pedagang hewan selaku korban berencana bakal menempuh jalur hukum apabila Kades Edo tak melunasi pembelian sapi yang dilakukan di tahun 2024.

“Bahwasanya pa Kades Edo Saefudin itu emang lagi ada problem terkait masalah yang ditanyakan,” ujarnya, Rabu (4/6/2025).

“Kalau dalam segi hal melapor, kurang tau juga. Cuma pernah ketemu sama saya, kalau masalah ini berlarut-larut, terus si pihak korban akan melaporkan, ini masih rencana, ada rencana kaya gitu,” sambungnya.

Namun sejauh ini, kata dia, belum ada informasi lebih lanjut terkait rencana pedagang hewan asal NTB tersebut untuk melaporkan Kades Edo ke pihak kepolisian.

“Tapi sejauh ini belum ada laporan lagi, (informasinya) pihak korban itu sudah melapor atau belum,” ungkapnya.

Korban, ungkap Hedi, telah berkali-kali menemui Kades Mander Edo.

Kunjungannya terkait dengan dugaan transaksi pembelian sapi yang belum lunas.

“Kalau sudah bertemu langsung atau ga nya itu sih sudah pernah, untuk beberapa kali bertemunya, saya kurang hafal.

Kendati sudah didatangi pedagang, Hedi mengaku bahwa tak ada hal yang janggal dari Kades Mander Edo. Sang Kades beraktivitas seperti biasanya.

“Setelah korban ke sini, pa kades juga aktif, tempo hari ke sini tugas, terkait tugas di kecamatan atau Musdes, beliau sering hadir kalau ada di rumah,” bebernya.

Berkaitan dengan dugaan tak dibayarnya transaksi pembelian sapi, Hedi mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Kades Edo saat ini sedang turun.

Edo, kata dia, punya latar belakang sebagai pebisnis di samping mengemban amanah sebagai Kepala Desa Mander.

Edo juga telah menjabat Kepala Desa Mander sebanyak tiga kali periode.

“Sekarang pasca Covid-19, jadi perekonomian Pak Kades kurang membaik gitu, down lah,” ungkapnya.

“Sekarang jabatannya udah terakhir, beliau emang pebisnis ada di bidang otomotif: oli, rumah makan, intinya di luar desa juga Pak Kades punya bisnis sampingan,” sambungnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Edo membeli 16 ekor sapi namun diduga baru membayarkan DP sebesar Rp 20 Juta. Hingga sampai saat ini, sang Kades diduga tidak melunasi pembeliannya.

Peristiwa itu viral di media sosial usai salah satu akun Instagram @dhemit_is_back01, yang mengunggah postingan video yang diketahui pedagang hewan ternak asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam video yang diunggah, sang penjual meminta kepada Kepala Desa Mander Edo Saefudin untuk segera melunasi pembayaran 16 ekor sapi tersebut. (*/Ajo)

Bandungkades manderSapi
Comments (0)
Add Comment