SERANG – Penurunan status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level III Siaga menjadi Level II Waspada menjadi momentum bagi sektor pariwisata Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, untuk kembali beraktivitas secara bertahap.
Meski demikian, DPRD Kabupaten Serang meminta pemerintah daerah tidak mengurangi kesiapsiagaan.
Pengalaman erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya dinilai perlu dijadikan bahan evaluasi, terutama dalam memperkuat sistem pemantauan dan penyampaian informasi kepada masyarakat serta wisatawan.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Demokrat, Eki Baihaki, Selasa (29/9/2026).
Eki meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Pemerintah Kabupaten Serang khususnya melalui BPBD akan lebih standby dan lebih dapat meninjau kondisi Krakatau itu seperti apa,” kata Eki.
Menurut dia, kecepatan pemerintah dalam menyampaikan informasi menjadi faktor penting, khususnya bagi kawasan wisata Anyer dan Cinangka yang banyak dikunjungi wisatawan.
Jika aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat, informasi mengenai kondisi tersebut harus segera disampaikan agar masyarakat maupun wisatawan dapat mengambil langkah yang diperlukan.
“Ketika kondisi memang itu sudah mengarah aktif kembali, wisatawan bisa diinformasikan lebih cepat ketika memang itu terjadi erupsi gunung berapi,” ujarnya.
Eki mengatakan, tidak setiap erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak berkepanjangan. Sebagian erupsi dapat berlangsung singkat dan dampak abu vulkaniknya juga dapat segera berkurang.
“Tentu ini kan bisa ada erupsi yang tidak mengakibatkan efek berkepanjangan seperti kemarin. Contohnya misalnya ketika sudah terjadi erupsi, turun abu, selesai erupsi abu pun hilang juga,” katanya.
Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengantisipasi dampak berupa abu vulkanik. Skenario mitigasi juga harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya dampak yang lebih serius.
“Tapi yang harus kita waspadai sampai terberatnya adalah ada efek terjadinya tsunami. Itu yang harus kita waspadai lebih dalam,” tegas Eki.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, Eki mendorong BPBD Kabupaten Serang memperkuat koordinasi dengan pemerintah Provinsi Banten maupun pemerintah pusat.
“Kita berharap tentunya perannya ada di BPBD. Diharapkan BPBD Kabupaten Serang juga bisa berkoordinasi dengan provinsi maupun juga dengan pusat,” ujarnya.
Menurut Eki, kesiapsiagaan bencana memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Tingkat hunian atau okupansi hotel di kawasan Anyer dan Cinangka bahkan sempat mengalami penurunan hingga sekitar 80 persen.
“Tentu akan jadi catatan, yang dikategorikan mungkin dari segi pendapatannya,” kata Eki.
Karena itu, pengalaman tersebut dinilai perlu menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah agar memiliki mekanisme penanganan dan penyampaian informasi yang lebih cepat ketika aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat.
“Dengan situasi yang kemarin sudah terjadi, kita akan bersiap kembali lebih sigap lagi,” ujarnya.
Eki menambahkan, bencana alam tidak dapat dipastikan kapan akan terjadi. Karena itu, kesiapan pemerintah harus terus diperkuat untuk melindungi masyarakat sekaligus memberikan kepastian informasi bagi wisatawan.
“Karena tentu kondisi bencana itu tidak dapat diduga kapan terjadinya. Jadi diharapkan Pemerintah Kabupaten Serang akan menyiapkan lebih siap lagi ketika terjadi hal-hal seperti kemarin,” katanya.
Dengan turunnya status Gunung Anak Krakatau ke Level II Waspada, Eki berharap aktivitas pariwisata di Anyer dan Cinangka dapat kembali menggeliat secara bertahap.
Ia juga mengajak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk kembali menikmati destinasi wisata di kawasan pesisir Kabupaten Serang dengan tetap memperhatikan informasi dan imbauan dari pihak berwenang.
“Kami berharap kepada wisatawan, baik itu lokal maupun asing, bahwasanya kita sudah bisa kembali normal melakukan aktivitas pariwisata,” pungkasnya. (*/Adv)