Stok Bawang Merah Kabupaten Serang Masih Jauh dari Kebutuhan, Produksi Baru Capai 619 Ton

 

SERANG – Kabupaten Serang masih menghadapi tantangan besar dalam mencukupi kebutuhan bawang merah lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini produksi bawang merah di wilayahnya masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kebutuhan kita komulatif dalam setahun itu sekitar 5.025 ton. Tapi produksi kita baru sekitar 619 ton. Artinya masih jauh dari cukup,” ujar Suhardjo saat peluncuran program Ratu Tani Bahagia di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Senin (7/7/2025).

Program Ratu Tani Bahagia merupakan kolaborasi terpadu antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Kementerian, serta pihak perbankan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya komoditas bawang merah.

Menurut Suhardjo, potensi lahan untuk bawang merah di Kecamatan Kramatwatu sendiri mencapai 160 hektare.

Namun sejauh ini, baru sekitar 10 persen lahan yang telah ditanami. Dari hasil panen, produktivitas rata-rata berkisar 6 hingga 7 ton per hektare.

“Memang sekarang musimnya bagus, ada panas ada hujan. Tapi karena belum maksimal penanaman dan masih terbatas jumlah kelompok tani, hasilnya belum signifikan,” katanya.

Saat ini, budidaya bawang merah di Kabupaten Serang baru terkonsentrasi di enam kecamatan, yaitu Kramatwatu, Mancak, Baros, Pabuaran, Kragilan, dan sekitarnya.

Khusus di Kramatwatu, baru terdapat 12 kelompok tani yang terlibat dalam budidaya bawang merah.

Suhardjo menambahkan, kebutuhan konsumsi bawang merah di Kabupaten Serang mencapai sekitar 3 kilogram per orang per tahun. Meski terlihat kecil secara individu, kebutuhan ini menjadi sangat besar secara komulatif.

“Kalau hari biasa sekitar 5.025 ton per tahun. Tapi kalau hari besar seperti Idul Fitri, kebutuhan bisa meningkat hingga 450 ton per bulan,” terangnya.

Untuk menutup kekurangan pasokan, Kabupaten Serang selama ini menjalin kerja sama dengan sentra bawang nasional seperti Brebes.

“Kita kerja sama dengan Brebes, saat kita kekurangan, mereka suplai ke kita. Begitu juga sebaliknya saat kita surplus,” pungkasnya.

Meski demikian, Suhardjo optimistis produksi bawang merah akan terus meningkat seiring dengan pengembangan kelompok tani dan dukungan program terpadu dari berbagai pihak. (*/Fachrul)

bawang merahKabupaten Serang
Comments (0)
Add Comment