SERANG – Ambisi Kota Serang menembus lima besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII 2026 dihadapkan pada keterbatasan anggaran pembinaan.
Dengan menyiapkan 800 atlet dari 60 cabang olahraga (cabor), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Serang harus mengoptimalkan dana sebesar Rp1,5 miliar per tahun untuk mendukung operasional organisasi sekaligus persiapan atlet.
Porprov Banten VII dijadwalkan berlangsung di Kota Tangerang Selatan pada 15–24 November 2026.
Dalam ajang tersebut, kontingen Kota Serang menargetkan peningkatan prestasi dibandingkan Porprov VI di Kota Tangerang pada 2022, ketika berada di peringkat keenam.
Ketua KONI Kota Serang, Edy Irianto, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan 800 atlet yang akan berlaga di 60 cabor.
Target minimal yang dipasang adalah menembus posisi lima besar, dengan harapan mampu bersaing hingga empat besar.
“Target kami minimal memperbaiki peringkat. Naik dari posisi enam ke posisi lima sudah merupakan peningkatan, syukur-syukur bisa menembus empat besar,” katanya, Jumat (16/10/2026).
Meski demikian, Edy mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam memaksimalkan persiapan kontingen.
Dana Rp1,5 miliar yang diterima KONI dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang setiap tahun harus dialokasikan untuk berbagai kebutuhan.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembinaan atlet, tetapi juga membiayai operasional organisasi, staf, dan sekretariat, termasuk kebutuhan 60 cabor yang berada di bawah naungan KONI.
“Anggaran KONI itu sekarang Rp1,5 miliar setahun, dan mencakup seluruhnya. Harus kami bagi-bagi untuk operasional, sekretariat sampai pembinaan atlet di 60 cabor itu,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, KONI Kota Serang berupaya menjaga kesiapan dan kepercayaan diri para atlet agar tetap mampu bersaing dengan kontingen daerah lain yang memiliki dukungan anggaran lebih besar.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan pemusatan latihan kota (Platkot) dengan alokasi sekitar Rp2 juta per cabor untuk menunjang kebutuhan latihan harian.
Edy juga menekankan pentingnya membangun mental bertanding agar para atlet tidak gentar menghadapi lawan dari daerah lain.
“Ya, kami menanamkan doktrin ora wedi atau tidak takut. Ini penting agar atlet tetap percaya diri menghadapi daerah lain yang dukungan persiapannya jauh lebih besar dari Kota Serang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kota Serang, Ahmad Nuri, memasang target lebih tinggi untuk cabang-cabang olahraga unggulan.
Ia berharap sejumlah cabor mampu menembus tiga besar dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Banten tersebut.
Menurut Ahmad, pencapaian prestasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik dan kemampuan teknis atlet, tetapi juga kesiapan mental saat bertanding serta penerapan nilai-nilai sportivitas.
Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan atlet, ia juga menjanjikan pemberian dana kadeudeuh atau bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali.
“InsyaAllah nanti ada kadeudeuh bagi atlet yang meraih prestasi. Tentu kan harus kita apresiasi juga karena sudah berjuang untuk Kota Serang,” ucapnya.***