SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa tidak ada praktik jual beli jabatan maupun praktik korupsi dalam pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Hal tersebut disampaikan Bupati Serang saat memberikan sambutan pada pelantikan pejabat yang digelar di wilayah Kabupaten Serang, Jumat (9/1/2026).
“Tidak ada praktik jual beli jabatan dan tidak ada praktik korupsi. Yang saya tekankan adalah bagaimana saudara-saudara bekerja lebih giat untuk melayani masyarakat,” tegas Ratu Zakiyah.
Ia mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar kembali menyadari bahwa aparatur sipil negara merupakan pelayan masyarakat, sehingga setiap kebijakan dan tindakan harus berpihak pada kepentingan publik serta mampu menjawab harapan masyarakat.
Menurutnya, kinerja aparatur pemerintah sangat menentukan kepercayaan publik.
Oleh karena itu, ia meminta para pejabat untuk menjaga integritas dan tidak menimbulkan sentimen negatif di tengah masyarakat.
Khusus kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, Bupati Serang berpesan agar segera melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Serang guna memastikan capaian kinerja organisasi berjalan optimal.
Sementara bagi pejabat administrator dan pengawas, ia meminta agar segera berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing.
“Saya percaya dengan kompetensi dan dedikasi yang saudara miliki, saudara mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif dan profesional,” ujarnya.
Terkait pemilihan lokasi pelantikan yang tidak digelar di Pendopo Kabupaten Serang, Ratu Zakiyah menegaskan bahwa pelantikan pejabat pada prinsipnya dapat dilaksanakan di mana saja selama masih berada di wilayah Kabupaten Serang dan tempat tersebut representatif.
“Pemilihan lokasi ini dimaksudkan sebagai momentum refleksi bagi kita semua, agar lebih dekat dengan realitas masyarakat. Tempat ini adalah manifestasi nyata dari daya juang, kemandirian, dan optimalisasi sumber daya,” jelasnya.
Ia juga menekankan agar kendala teknis maupun keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan pembenaran terhadap kinerja yang tidak maksimal.
Aparatur negara, kata dia, dituntut bekerja secara efektif, efisien, dan inovatif demi pelayanan publik yang prima.
Menutup sambutannya, Bupati Serang mengutip sebuah hadis, “Khairunnas anfa’uhum linnas” yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Semoga kita semua selalu bisa menebar manfaat di mana pun kita ditempatkan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan kewajiban,” pungkasnya.***