Warga Pasir Gadung Wadas Terima KDN, Berharap Ada Kesempatan Kerja di TPAS Cilowong

 

SERANG – Warga Lingkungan Pasir Gadung Wadas, RT002/011, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, telah menerima Dana Kompensasi Dana Negatif (KDN) dari Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Dana tersebut diberikan sebagai bentuk kompensasi atas aktivitas pengelolaan sampah lintas wilayah yang melibatkan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong.

Ketua RT 002/011 Pasir Gadung Wadas, Rohidi, menyampaikan bahwa penyaluran dana kompensasi telah dilakukan kepada warga penerima sesuai daftar yang ada.

“Alhamdulillah untuk KDN dari Kabupaten dan Tangsel kami sudah berikan kepada masyarakat masing-masing per KK,” ujar Rohidi, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, total dana KDN dari Pemerintah Kabupaten Serang yang diterima di wilayahnya mencapai sekitar Rp37,410 juta, sedangkan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebesar Rp196 juta untuk 43 kepala keluarga (KK) penerima manfaat.

“Untuk Tangsel itu kami berikan sebesar Rp4.558.000 per tahun, sedangkan dari Kabupaten Rp870.000 per KK,” ungkapnya.

Rohidi juga menjelaskan bahwa kegiatan pengiriman sampah dari wilayah Tangerang Selatan ke TPA di kawasan Wadas sudah mulai berjalan.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya memberi dampak finansial, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

“Kami berharap pemerintah bisa mendorong agar tenaga kerja di sekitar TPAS juga dilibatkan. Jadi masyarakat sekitar bisa ikut merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Selain dana kompensasi, lingkungan setempat juga mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur seperti betonisasi jalan lingkungan, pembangunan drainase, tembok penahan tanah (TPT), hingga rencana pembangunan pagar area pemakaman oleh Dinas Perkim.

Meski demikian, warga masih menaruh perhatian terhadap potensi dampak lingkungan, terutama terkait bau dan pencemaran air lindi dari aktivitas pengelolaan sampah.

“Kalau sekarang masih netral, tergantung arah angin. Mudah-mudahan dengan kajian pemerintah, ke depan bisa lebih baik dan tidak menimbulkan bau,” ujar Rohidi.

Sementara itu, salah satu warga penerima KDN, Sairoh, mengaku senang dengan bantuan yang diterima.

Ia mendapatkan dana sebesar Rp5,500,000, yang sebagian digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Uangnya saya pakai buat beli emas sama lemari anak. Alhamdulillah bermanfaat,” katanya.

Sairoh menambahkan, sebagian besar warga di lingkungannya kini sudah sepakat menerima program kerja sama pengelolaan sampah tersebut.

“Warga di sini sudah setuju. Kalau dulu ada yang menolak, itu beda wilayah,” ucapnya.***

Comments (0)
Add Comment