SDN Serang 7 Pertahankan Tradisi Panjang Mulud, Bagikan Paket Sembako kepada Yatim dan Warga

SERANG – SDN Serang 7 Kota Serang tetap melestarikan tradisi Panjang Mulud sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabiul Awal.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana menanamkan keteladanan akhlak Rasulullah kepada siswa serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Ketua Panitia Panjang Mulud SDN Serang 7 yang juga guru agama, Agam Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, koordinator kelas (korlas) yang merupakan perwakilan orang tua atau wali murid, hingga para siswa.

“Yang kita libatkan terutama kepala sekolah, kemudian seluruh dewan guru, koordinator kelas dari orang tua atau wali murid, dan siswa-siswi,” kata Agam, Sabtu (12/9/2026).

Agam menjelaskan, Panjang Mulud di SDN Serang 7 dikemas dalam bentuk paket sembako.

Paket tersebut disiapkan oleh orang tua atau wali murid secara sukarela sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Paket sembako dibuat oleh orang tua siswa atau wali murid, seadanya dan semampunya, tidak dipaksakan. Setiap kelas membuat paket sembako, begitu juga dengan guru,” ujarnya.

Paket sembako yang terkumpul kemudian dibagikan kepada sejumlah penerima manfaat. Prioritas penerima adalah anak yatim yang berada di lingkungan sekolah.

Selain itu, pihak sekolah mendata siswa dari keluarga kurang mampu dan warga sekitar yang membutuhkan bantuan. Paket sembako juga diberikan kepada masyarakat di sekitar sekolah, termasuk para pedagang yang sehari-hari berjualan di lingkungan sekolah.

“Dibagikan terutama kepada yatim piatu yang ada di sekolah. Kemudian kita data dhuafa atau fakir miskin, termasuk siswa-siswi yang kurang mampu. Setelah itu kita bagikan juga kepada masyarakat sekitar, terutama para pedagang yang berjualan di depan sekolah,” jelasnya.

Menurut Agam, pelaksanaan Panjang Mulud penting untuk dipertahankan karena menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kota Serang dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebagai guru agama sekaligus ketua panitia, ia ingin tradisi tersebut terus dikenalkan kepada siswa agar mereka memahami makna peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Sebagai guru agama dan ketua panitia, saya ingin kegiatan ini tetap dilaksanakan karena setiap tahun kita memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Pelaksanaan Panjang Mulud di SDN Serang 7 tahun ini dibuat lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya setiap kelas membuat satu Panjang Mulud, sehingga dari 12 kelas terdapat 12 Panjang Mulud ditambah satu dari guru, tahun ini jumlahnya dikurangi menjadi enam.

Pengurangan tersebut dilakukan karena kondisi sekolah yang sedang menjalani renovasi.

Selain itu, sebagian siswa juga mengikuti pembelajaran secara daring karena adanya penyesuaian rombongan belajar.

“Kita tidak mau memberatkan siswa maupun orang tua. Karena kondisi sekolah sedang direnovasi dan ada enam kelas yang pembelajarannya dilakukan secara daring, tahun ini kita membuat enam Panjang Mulud,” jelas Agam.

Enam Panjang Mulud tersebut dibuat berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 1A dan 1B digabung dalam satu Panjang Mulud. Pola yang sama diterapkan hingga kelas 6, sehingga setiap jenjang menghasilkan satu Panjang Mulud.

Plt Kepala SDN Serang 7 Kota Serang, Imam Rosidi, mengatakan pelaksanaan Panjang Mulud memiliki sejumlah tujuan, salah satunya menanamkan keteladanan akhlak Rasulullah kepada para siswa.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana syiar Islam sekaligus mengingatkan warga sekolah mengenai bulan Rabiul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Tujuan yang pertama untuk meneladani akhlak Rasulullah, kemudian mensyiarkan Islam. Kita sebagai umat Muslim mengingatkan bahwa bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Rasulullah,” kata Imam.

Menurut Imam, Panjang Mulud juga memiliki nilai budaya karena merupakan salah satu tradisi yang melekat pada masyarakat Kota Serang.

“Panjang Mulud ini merupakan tradisi Kota Serang. Di daerah lain mungkin bentuknya tidak seperti di Kota Serang. Ini menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Kota Serang,” ujarnya.

Karena itu, pihak sekolah ingin ikut menjaga tradisi tersebut sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.

Para siswa diharapkan tidak hanya mengetahui Panjang Mulud sebagai sebuah tradisi, tetapi juga memahami nilai keagamaan dan sosial yang terkandung di dalamnya.

“Selain meneladani akhlak Rasulullah dan mensyiarkan Islam, kita juga ingin mengingatkan siswa, orang tua, dan seluruh dewan guru agar tidak lupa bahwa di bulan Rabiul Awal kita memperingati kelahiran Nabi kita, Rasulullah SAW,” katanya.

Imam mengungkapkan, pihak sekolah sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk tidak menggelar peringatan Maulid Nabi tahun ini karena kondisi sekolah yang sedang direnovasi.

Namun, setelah mempertimbangkan nilai keagamaan, pendidikan, sosial, serta pentingnya melestarikan tradisi lokal, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dengan konsep yang lebih sederhana agar tidak membebani siswa maupun orang tua.***

Paket sembakoPanjang MuludSDN 7 Serang
Comments (0)
Add Comment