Dari Jalur Birokrasi Jadi Lintasan Balap, Wajah Puspemkab Tangerang Berubah Selama Dua Hari

TANGERANG – Jalan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, yang sehari-hari menjadi akses aktivitas pemerintahan, berubah wajah menjadi arena adu kecepatan.

Ruas jalan tersebut disulap menjadi sirkuit balap motor dalam ajang KNPI Drag Bike Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Banten Piala Bupati Tangerang 2026, Sabtu (17/10/2026).

Deru mesin motor balap menggantikan suasana lalu lintas yang biasanya melintasi kawasan tersebut.

Lintasan aspal yang membentang di kawasan Alun-alun Pemda Tigaraksa dipasangi pembatas dan kerucut pengaman, sementara masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan para pembalap beradu kecepatan.

Pantauan di lokasi memperlihatkan deretan penonton berdiri di balik pagar pembatas sepanjang lintasan.

Bendera dan spanduk sponsor otomotif menghiasi kawasan yang untuk sementara difungsikan sebagai arena perlombaan.

Pemandangan itu menjadi daya tarik tersendiri. Jalan yang merupakan bagian dari kawasan pusat administrasi pemerintahan daerah kini menjadi panggung kompetisi bagi para pecinta olahraga otomotif.

Ajang yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tangerang tersebut digelar selama dua hari, 17–18 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang.

Ketua KNPI Kabupaten Tangerang, Muhammad Yusuf Basnar, menyebutkan kejuaraan tersebut diikuti sekitar 1.000 pembalap yang bertanding dalam 19 kategori.

Jumlah peserta itu memperlihatkan besarnya animo terhadap olahraga balap motor, sekaligus menjadi tantangan bagi penyelenggara dalam memastikan kesiapan lintasan, pengamanan penonton, dan keselamatan seluruh peserta.

“Melalui KNPI Dragbike ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pembalap untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membangun budaya balap yang tertib, aman, dan profesional,” ujar Yusuf.

Jalan Pemerintahan Berubah Fungsi, Keselamatan Jadi Sorotan

Pemanfaatan ruas jalan di kawasan Puspemkab Tangerang sebagai lintasan balap menjadi salah satu sisi menarik dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Berbeda dengan sirkuit permanen yang secara khusus dirancang untuk olahraga otomotif, penggunaan jalan umum sebagai arena balap menuntut pengaturan lalu lintas, pembatasan akses kendaraan, serta pengamanan ekstra di sepanjang lintasan.

Terlebih, olahraga drag bike mengandalkan akselerasi kendaraan dalam waktu singkat dengan kecepatan tinggi.

Karena itu, kesiapan pengamanan lintasan dan perlindungan penonton menjadi aspek penting agar kemeriahan kompetisi tidak mengesampingkan keselamatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang membuka kejuaraan tersebut, sebelumnya mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi ketentuan keselamatan.

“Jadikan kompetisi ini sebagai sarana untuk mengasah kemampuan, meningkatkan prestasi, dan membangun karakter serta menjunjung tinggi sportivitas. Yang tidak kalah penting, keselamatan harus selalu menjadi prioritas, dengan mematuhi seluruh aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Soma.

Pembalap Luar Daerah Bersaing dengan Tuan Rumah

Persaingan di lintasan Puspemkab Tangerang juga berlangsung ketat. Berdasarkan hasil race sementara JRTiming pada kelas DB2 Bracket 9, pembalap asal Bekasi, Wiwi Mungil, memimpin dengan catatan waktu 9,006 detik.

Sementara itu, pembalap asal Tangerang, Bunga Citra, berhasil menembus lima besar dengan waktu 9,027 detik.

Sejumlah pembalap lainnya dari Tangerang, Bogor, Bekasi, hingga Pandeglang turut meramaikan persaingan dalam kejuaraan tersebut.

Di balik kemeriahan ajang otomotif itu, penggunaan jalan kawasan pemerintahan sebagai sirkuit balap juga menghadirkan pertanyaan mengenai kemungkinan pengembangan fasilitas olahraga otomotif yang lebih representatif di Kabupaten Tangerang.

Pasalnya, tingginya minat generasi muda terhadap balap motor membutuhkan ruang kompetisi yang tidak hanya mampu menampung peserta dalam jumlah besar, tetapi juga memenuhi standar keselamatan secara berkelanjutan.

Untuk dua hari penyelenggaraan, ruas jalan kawasan Puspemkab Tangerang menjadi arena persaingan para pembalap.

Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana antusiasme tersebut dapat diterjemahkan menjadi pembinaan dan penyediaan fasilitas otomotif yang memadai, tanpa terus bergantung pada pemanfaatan jalan umum.***

drag bikePuspemkab TangerangTigaraksa
Comments (0)
Add Comment