Dukungan Tiga Kandidat Berbalik ke Hendra, Kursi Ketua PWI Kabupaten Tangerang Resmi Berganti

TANGERANG — Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang periode 2026–2029 tidak hanya melahirkan ketua baru, tetapi juga membuka babak baru bagi organisasi wartawan tersebut.

Hendra Wijaya resmi dipercaya memimpin PWI Kabupaten Tangerang setelah memenangkan pemungutan suara dalam konferensi yang berlangsung di Sekretariat PWI Kabupaten Tangerang, Cikokol, Kota Tangerang, Minggu (30/8/2026).

Hendra meraih 20 suara dari 34 pemilih yang menggunakan hak suara.

Sementara pesaingnya, Muhamad Romli, memperoleh 14 suara.

Hasil tersebut menjadi penutup dari dinamika panjang dalam bursa pencalonan.

Sebelumnya terdapat lima kandidat yang masuk dalam kontestasi, yakni Hendra Wijaya, Muhamad Romli, Putra Jaya, Rusadin Ijam, dan Mulyadi.

Dalam proses konferensi, Putra Jaya, Rusadin Ijam, dan Mulyadi menyatakan mundur dari pencalonan dan memberikan dukungan kepada Hendra Wijaya.

Konstelasi tersebut kemudian mengerucut menjadi persaingan dua kandidat.

Namun, bagi Hendra, kemenangan dalam pemungutan suara bukanlah akhir dari kontestasi.

Justru, hasil konferensi dinilainya sebagai awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar untuk menyatukan kembali seluruh elemen organisasi.

“Kemenangan ini bukan kemenangan Hendra Wijaya, tetapi kemenangan seluruh anggota PWI Kabupaten Tangerang. Amanah ini akan saya jalankan bersama-sama dengan seluruh anggota,” ujar Hendra.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam sebuah konferensi merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Karena itu, setelah proses pemilihan berakhir, seluruh anggota diminta kembali menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam sebuah proses demokrasi. Setelah konferensi selesai, tidak ada lagi nomor satu, nomor dua, atau kelompok-kelompok. Kita semua adalah PWI Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Bukan Sekadar Pergantian Ketua

Kepemimpinan baru PWI Kabupaten Tangerang menghadapi sejumlah pekerjaan rumah. Hendra menyatakan akan menjadikan peningkatan kualitas sumber daya wartawan, penguatan organisasi, perlindungan profesi, serta kesejahteraan anggota sebagai sejumlah agenda utama selama periode kepemimpinannya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun organisasi yang mampu mempertemukan wartawan lintas generasi.

“Kita ingin PWI menjadi rumah bersama. Wartawan senior, wartawan muda, semuanya memiliki ruang untuk berkontribusi dan berkembang. Organisasi harus hadir memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” katanya.

Menurut Hendra, organisasi profesi wartawan tidak cukup hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas anggotanya di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.

Karena itu, peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu perhatian dalam kepemimpinannya. Selain itu, PWI juga diharapkan semakin kuat dalam memberikan advokasi dan perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Tekankan Independensi Pers

Di sisi lain, Hendra mengingatkan bahwa penguatan hubungan kelembagaan dengan pemerintah maupun berbagai pihak tidak boleh menghilangkan independensi pers.

Ia meminta seluruh wartawan tetap menjadikan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers sebagai pijakan utama dalam menjalankan profesi.

“Mari kita bersama-sama menjaga marwah profesi. PWI harus menjadi organisasi yang profesional, solid, bermartabat, dan tetap menjadi mitra strategis masyarakat serta pemerintah tanpa kehilangan independensi pers,” ujarnya.

Hendra menyadari bahwa menjalankan roda organisasi selama tiga tahun ke depan bukan pekerjaan individual. Dukungan seluruh anggota menjadi faktor penting untuk merealisasikan agenda yang telah disiapkan.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita satukan langkah dan membangun PWI Kabupaten Tangerang yang lebih baik,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment