TANGERANG – Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Prodi Akuntansi sukses menggelar kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) pada Kamis (13/11/2025).
Bertajuk “Menumbuhkan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Melalui Edukasi Keuangan Sederhana,” kegiatan yang berlangsung meriah dan kreatif ini, menyasar siswa Sekolah Dasar Islam Plus Nurul Arafah, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Tujuan utama dari kegiatan ini mengedukasi sejak dini mengenai finansial, di samping juga membentuk karakter disiplin dalam mengelola keuangan serta bertanggung jawab terhadap uang yang mereka miliki.
Kegiatan pertama, pembelajaran dilakukan melalui simulasi minimarket, di mana merupakan salah satu agenda yang paling banyak menarik perhatian dan antusiasme siswa-siswi SD.
Pada pelaksanaannya, ruang kelas diubah menyerupai minimarket sederhana yang dilengkapi dengan berbagai barang kebutuhan sehari-hari.
Para siswa kemudian dibagi ke dalam dua peran, yaitu sebagai kasir dan sebagai pembeli. Siswa yang terpilih menjadi kasir bertugas untuk menghitung total belanjaan serta mencatat bukti pembelian yang dilakukan oleh pembeli.
Sesi ini bertujuan untuk melatih siswa agar lebih teliti dalam menghitung jumlah belanjaan, memahami proses transaksi, serta membiasakan diri untuk mencatat setiap pengeluaran secara rapi dan sistematis.
Ketua Tim PMKM Nabila Syannia Fitri mengungkapkan, melalui simulasi ini, timnya ingin anak-anak merasakan secara langsung bahwa setiap transaksi harus dipertanggungjawabkan.
“Karena menjadi kasir bukan hanya soal menghitung uang saja, tetapi juga melatih ketelitian dalam mencatat bukti belanjaan yang dimana ini merupakan bentuk dasar dari sifat akuntansi,” ujarnya.
Selanjutnya, siswa yang berperan sebagai pembeli diberikan sejumlah uang dengan nominal terbatas untuk dibelanjakan sesuai dengan kebutuhannya.
Melalui peran ini, kata dia, siswa dilatih untuk berpikir sebelum melakukan pembelian, menentukan prioritas, serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan secara langsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap bijak dalam menggunakan uang serta membiasakan siswa untuk tidak berperilaku konsumtif.
Kegiatan kedua, setiap siswa diberikan sebuah celengan yang kemudian dapat mereka warnai dan hias sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Sesi mewarnai celengan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kesadaran siswa akan pentingnya menabung sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
Selain melatih kreativitas dan imajinasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dalam mengelola uang saku.
Dengan adanya celengan yang telah dihias sendiri, siswa diharapkan menjadi lebih termotivasi untuk menyisihkan sebagian uangnya dan menanamkan kebiasaan hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ketiga, pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi dari tim PMKM kepada siswa yang paling hemat dalam simulasi minimarket dan juga hadiah untuk siswa dengan hasil mewarnai atau menghias celengan terbaik.
Pemberian ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk motivasi agar siswa-siswi lebih antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Melalui simulasi minimarket, siswa diajak untuk belajar mengatur uang saku, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memahami pentingnya membuat keputusan yang tepat dalam menggunakan uang.
“Diharapkan siswa mampu menerapkan kebiasaan hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari serta menyadari bahwa pengelolaan keuangan yang baik perlu dibiasakan sejak usia dini,” ujarnya.
Selain itu, dapat menjadi bekal bagi siswa-siswi dalam menghadapi tantangan di masa depan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang bertanggung jawab hingga dewasa nanti.
Adapun, PMKM ini dapat berjalan sukses dengan peran dari sejumlah anggota, mereka yaitu: Inka Dwi Septiani Supiyanti, Iren Ramadhani, Frieke Infaka Fora Pugung Maiana. Untuk penanggung jawab tempat yang di kunjungi yakni, Ibu Eka Dina Anistasari. (*/Red)