TANGERANG– Ikatan Wartawan Online (IWO) menunjukkan bahwa peran jurnalis tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14, Pengurus Pusat IWO menggelar aksi penanaman 1.400 pohon mangrove di kawasan Hutan Mangrove Tanjung Pasir, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
Mengusung tema “Wartawan Peduli Lingkungan: Menanam Mangrove untuk Pesisir yang Tangguh”, kegiatan tersebut melibatkan wartawan dari berbagai daerah, komunitas peduli lingkungan, pemerintah, masyarakat setempat, serta sejumlah mitra dunia usaha yang bersama-sama berkomitmen menjaga ekosistem pesisir.
Ketua Umum IWO, Dwi Christianto, mengatakan aksi penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian nyata insan pers terhadap persoalan lingkungan yang semakin kompleks, khususnya di kawasan pesisir utara Pulau Jawa.
Menurutnya, abrasi pantai, kenaikan muka air laut, penurunan permukaan tanah, hingga dampak perubahan iklim telah menjadi ancaman serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Sebagai organisasi profesi wartawan, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya melalui pemberitaan. Wartawan juga harus menjadi bagian dari solusi dengan terlibat langsung dalam aksi nyata. Menanam mangrove hari ini berarti menanam harapan bagi masa depan pesisir Indonesia,” ujar Dwi, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat strategis, mulai dari menahan abrasi pantai, mengurangi dampak banjir rob, menyerap emisi karbon, hingga menjadi habitat berbagai jenis biota laut.
Namun demikian, luas kawasan mangrove di sejumlah wilayah pesisir terus mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan, pencemaran, serta pembangunan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Kami berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Pers memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengedukasi masyarakat sekaligus mengawal kebijakan lingkungan agar pembangunan tetap berjalan seimbang dengan upaya pelestarian alam,” katanya.
Selain aksi penanaman mangrove, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai teknik penanaman dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang disampaikan oleh pengelola kawasan mangrove.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara serentak, foto bersama, serta ramah tamah sebagai bentuk penguatan kolaborasi antarberbagai elemen.
Pengurus Pusat IWO dalam kegiatan tersebut menggandeng Pengurus Daerah IWO Kota Bogor, Kota Bekasi, serta Kabupaten Ciamis untuk memperluas partisipasi organisasi dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Ketua RW 05 Kelurahan Tanjung Pasir, Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian IWO terhadap kawasan pesisir.
Menurutnya, baru kali ini organisasi wartawan berskala nasional menggelar aksi penghijauan mangrove secara langsung di kawasan Tanjung Pasir.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran IWO menjadi bukti bahwa insan pers juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Aksi penanaman mangrove tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-14 IWO yang diperingati setiap 8 Agustus. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung di Kota Bengkulu dan akan dihadiri jajaran pengurus IWO dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, IWO juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Pelni (Persero), PT Garudafood Tbk, dan PT Pantai Indah Kapuk Tbk.
Menurut Dwi, kolaborasi antara media, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat. Ketika media menjalankan fungsi edukasi dan pengawasan, kemudian didukung oleh dunia usaha dan pemerintah melalui aksi nyata, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi keberlangsungan lingkungan hidup di Indonesia,” pungkasnya. (*/Sahrul).