JKSN Perluas Struktur di Banten, KH Asep Saifuddin Chalim Targetkan Jadi ‘Kapal Besar’ Penggerak Umat

 

TANGERANG – Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) terus memperkuat konsolidasi organisasi di Provinsi Banten.

Relawan keumatan yang dipimpin KH Asep Saifuddin Chalim itu kini hampir menuntaskan pembentukan kepengurusan di delapan kabupaten dan kota.

Langkah terbaru dilakukan melalui pelantikan pengurus cabang JKSN Kabupaten dan Kota Tangerang yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/4/2026).

Dalam sambutannya, kiai sepuh asal Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa JKSN tidak dibangun sebagai organisasi kecil yang bersifat sementara.

Ia menargetkan JKSN berkembang menjadi kekuatan besar yang mampu berkontribusi nyata dalam dinamika organisasi keumatan nasional.

Menurutnya, JKSN diharapkan mampu menjadi ruang konsolidasi kiai dan santri untuk menjaga nilai perjuangan ulama yang mandiri, berkhidmat kepada masyarakat, serta berpihak pada kepentingan umat.

“JKSN harus menjadi kapal besar. Organisasi ini hadir untuk memperkuat peran ulama dan santri agar tetap setia pada nilai perjuangan awal,” ujarnya.

Selain pelantikan JKSN, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten dan Kota Tangerang.

Pergunu merupakan organisasi profesi guru di lingkungan Nahdlatul Ulama yang berfokus pada peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta kesejahteraan tenaga pendidik.

KH Asep menilai keberadaan JKSN dan Pergunu memiliki peran strategis yang saling melengkapi.

JKSN berfungsi memperkuat konsolidasi kiai dan santri serta membangun kualitas sumber daya manusia berbasis nilai kebangsaan, sementara Pergunu berperan meningkatkan mutu pendidikan umat melalui penguatan kapasitas guru.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara kiai, santri, dan guru sebagai fondasi pembangunan umat yang berkelanjutan.

“Kiai, santri, dan guru harus berjalan dalam satu barisan. Keunggulan ilmu harus dibarengi kemandirian ekonomi dan kekompakan organisasi,” tegasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Umat
Dalam kesempatan tersebut, KH Asep juga mengajak seluruh elemen umat untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Menurutnya, solidaritas internal menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, baik di bidang geopolitik maupun ekonomi.

Ia mencontohkan ketahanan masyarakat Muslim di Iran yang tetap bertahan di tengah tekanan internasional karena memiliki solidaritas dan kekuatan internal yang kuat.

Selain itu, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan ideologis tidak dijadikan pemicu perpecahan di tengah umat Islam.

“Perbedaan seperti isu Sunni dan Syiah tidak perlu diperbesar. Kita semua umat Nabi Muhammad SAW yang memiliki tanggung jawab menjaga persatuan,” katanya.

KH Asep menambahkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

Karena itu, peran kiai, santri, dan guru dinilai sangat penting dalam mendorong kemandirian umat sekaligus mempercepat kemajuan bangsa.

Dengan hampir rampungnya struktur kepengurusan JKSN di Banten, organisasi tersebut optimistis dapat memperkuat gerakan sosial-keagamaan yang berorientasi pada persatuan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.***

Comments (0)
Add Comment