Sempat Memanas, Aksi Demo HMI–GMNI Beralih Jadi Dialog Terbuka Bersama Sekda Tangerang

TANGERANG — Aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang di depan Kantor Bupati Tangerang, Kamis (13/8/2026), hingga kini masih berlangsung.

Setelah sebelumnya terjadi ketegangan antara massa aksi dengan pihak yang melakukan pengamanan di area Kantor Bupati Tangerang, situasi kemudian beralih ke ruang dialog.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang turun langsung menemui massa dan duduk bersama mahasiswa di depan Kantor Bupati Tangerang.

Hingga berita ini ditulis, Soma Atmaja masih mendengarkan satu per satu tuntutan dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa HMI dan GMNI.

Mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi sorotan mereka melalui tajuk “Catatan Merah Maesyal–Intan”.

Tuntutan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari persoalan petani dan irigasi, alih fungsi lahan pertanian, pengelolaan sampah, dugaan persoalan aset daerah, pembangunan pasar, TPA Jatiwaringin, ketenagakerjaan, pembangunan RSUD Tigaraksa, hingga persoalan tata ruang dan pengawasan pemerintahan.

Sekda Hadir Setelah Aksi Memanas

Kehadiran Sekda Soma Atmaja bersama jajaran Pemkab Tangerang menjadi titik perubahan dalam jalannya aksi.

Sebelumnya, massa kecewa karena Bupati Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah tidak menemui langsung para demonstran.

Massa kemudian berupaya masuk ke area Kantor Bupati Tangerang dan mendapat penghalangan.

Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan sejumlah mahasiswa dilaporkan terjatuh.

Namun, setelah jajaran Pemkab Tangerang turun menemui massa, situasi kemudian diarahkan menjadi forum dialog terbuka di depan Kantor Bupati Tangerang.

Mahasiswa Sampaikan Tuntutan, Pemkab Dengarkan

Dalam dialog yang masih berlangsung tersebut, mahasiswa secara bergantian menyampaikan poin-poin tuntutan mereka.

Soma Atmaja tampak mengikuti jalannya penyampaian aspirasi bersama jajaran pemerintah daerah.

Forum tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Tangerang untuk secara langsung mendengar kritik dan persoalan yang disampaikan mahasiswa.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan akhir maupun keputusan atas seluruh tuntutan mahasiswa, karena proses penyampaian aspirasi dan dialog masih berlangsung.

Publik kini menunggu bagaimana respons Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap “Catatan Merah” yang dibawa HMI dan GMNI serta apakah tuntutan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Aksi masih berlangsung dan dialog antara mahasiswa dengan Sekda Kabupaten Tangerang beserta jajaran Pemkab Tangerang masih berjalan di depan Kantor Bupati Tangerang.***

Comments (0)
Add Comment