TANGERANG – Pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar Salat Ghaib dan Doa Bersama bagi para korban tsunami dan gempa Donggala Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah bersama Wakilnya Sachrudin juga turut hadir bersama dengan Sekretaris Daerah Dadi Budaeri di Masjid Raya Al Alzhom.
Sebelum melakukan doa bersama, para jamaah bersama dengan pegawai Pemkot melakukan Salat Dzuhur secara berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan Salat Ghaib yang dipimpin langsung oleh Imam Masjid Raya Al Azhom dan doa bersama untuk para korban gempa Donggala Palu.
“Ini bentuk keprihatinan dan belasungkawa masyarakat Kota Tangerang. Kita mendoakan saudara-saudara kita yang terkena musibah di Palu dan Donggala, diberikan keringanan dan kesabaran dan mudah-mudhan almarhum-almarhumah khusnul khotimah,” ujar Arief saat ditemui di Masjid Raya Al Azhom, Selasa (2/10/2018).
Arief juga menyampaikan imbauannya kepada pegawai dan masyarakat Kota Tangerang untuk menyisihkan sebagian rejekinya bagi para korban gempa di Palu dan Donggala.
“Kita sekarang lagi menggalang dana dari para pegawai dan juga masyarakat melalui Baitul Mal Akhlakul Karimah maupun Baznas Kota Tangerang,” ucapnya.
Bagi masyarakat Kota Tangerang yang mau mengulurkan tangan untuk membantu Korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah bisa mengirimkan bantuan melalui rekening Baznas Kota Tangerang di Bank Muamalat No. Rek : 385 0000 667, Bank Mega Syariah No. Rek : 2001 5370 12, dan juga Bank BJB No. Rek : 1203 03874 1.
“Mari sama-sama kita do’akan untuk saudara kita bagi para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah,” kata Arief.
“Ayo bersama kita ulurkan tangan kalian untuk bantuan para Korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah melalui Baznas Kota Tangerang,” sambungnya.
Sementara itu terkait evakuasi korban, Arief menjelaskan pihaknya prinsipnya siap mengirimkan personil, namun saat ini Pemkot masih berkoordinasi dengan BNPB dan Basarnas.
“Belum kirim personil, sekarang yang bisa mengevakuasi hanya TNI dan Polri. Kita koordinasi dulu ke BNPB dan Basarnas kalau butuh bantuan kita kirim ke sana,” papar Arief. (*/Wartakota.tribunnews)