Dana PKH di Desa Teluk Labuan, Dipotong sampai 500 Ribu Untuk Transportasi

0
Subhi ASDP Santri

PANDEGLANG – Dana bantuan Program Keluarga Harapan (PHK) di Desa Teluk, Kecamatan Labuan diduga telah disunat oleh oknum pendamping sebesar Rp 500 ribu dari anggaran sebesar Rp. 1.800.000 ribu, soalnya para penerima manfaat tidak mendapatkan dana PKH itu secara utuh.

Salah seorang penerima manfaat dari warga Desa Teluk yang enggan disebutkan namanya mengaku, kalau dana PKH yang diterimanya itu tidak utuh. Karena ada pemotongan sebesar Rp. 500 ribu, dirinya juga mengaku, pemotongan tersebut terlalu besar dan tidak jelas peruntukannya.

“Saya juga tidak tahu uang pemotongan itu untuk apa, tapi yang jelas potongan itu terlalu besar,” ungkapnya, Senin (29/1/18).

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Teluk, Kecamatan Labuan Endin Fahrudin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ada pencairan dana PKH kepada sejumlah warganya. Sebab kata dia, pihak pendamping tidak pernah berkoordinasi kaitan dengan program itu.

“Saya tidak tahu kalau ada pencairan dana PKH. Nanti saya akan cek dulu ke lapangan,” katanya

Kades juga menyarankan, jika memang benar ada potongan dana bantuan itu, maka laporkan saja kepada pihak yang berwajib. Sebab bantuan itu adalah hak warga yang harus diterima secara utuh.

Ip-Sankyu-santri

“Laporkan saja kalau dipotong, karena itu hak warga,” tegasnya

Menanggapi hal itu, aktivis Lembaga Independen Pemantau Pembangunan (Lipp) Banten, Herman Pratama mengatakan, pihaknta sangat menyayangkan dengan adanya dugaan pemotongan pada PKH tersebut. Dirinya juga sudah menerima laporan dari warga soal kasus itu, bahkan ia siap mendampingi warga untuk melaporkan dugaan Pungli dana PKH kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang.

“Saya juga sudah dapat laporan, bahkan kami akan dampingi warga untuk laporan ke pihak Kekaksaan Pandeglang,” tuturnya

Sementara, Koordinator pendamping PKH Kecamatan Labuan, Sulaeman Apandi mengaku, kalau itu sifatnya bukan potongan, melainkan untuk biaya transportasi. Sebab kata dia, pengambilan dana itu ke bank BTN Cilegon.

“Saya yakin bukan potongan, melainkan biaya trasportasi saja dan jumlahnyapun berfariasi. Karena jarak pengambilannya cukup jauh,” imbuhnya

Ia menambahkan, dana PKH yang diterima sejumlah RTS merupakan pencairan susulan bagi penerima yang tertunda. Di wilayah Labuan sendiri, ada sekitar 35 RTS yang menerima dana PKH susulan itu.

“Kalau yang di Teluk ada sekitar 15 RTS, karena pada pencairan sebelumnya sejumlah RTS itu tidak ada. Makanya baru kali ini bisa disaliurkan, adapun isu itu saya yakin bukan potongan. Tapi hanya sebatas biaya transportasi saja,” tambahnya. (Achuy)

Hipmi-lsm-dede
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien