www.faktabanten.co.id
Suara Merdeka Rakyat Banten

PKBM Cundamani Lebak Latih Anak Putus Sekolah Wirausaha Tokakur

0
Multi Group

LEBAK – Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) adalah program layanan pendidikan melalui pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap berwirausaha kepada peserta didik. Hal ini lah yang tengah dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cundamani, yang beralamatkan di Kampung Tegal Rt 01/03, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Jumat (26/10/2018).

Iim Saripudin selaku Ketua (PKBM) Cundamani kepada faktabanten.co.id mengatakan, jenis keterampilan yang diajarkan kepada peserta didiknya dalam program PKW tersebut yakni pembuatan Tomat Rasa Kurma (Tokakur), yang mana bahan bakunya dari tomat yang akan disulap menjadi rasa kurma dengan instruktur atau tutor yang sudah berpengalaman di bidangnya.

“Jumlah peserta didik PKW di PKBM Cundamani ini berjumlah 20 orang, adapun sasaran peserta didiknya adalah anak yang putus sekolah dan anak yang sama sekali tidak memiliki pekerjaan alias menganggur,” katanya.

Iim menjelaskan, pelaksanaan kegiatan PKW memiliki kurikulum dan bahan pembelajaran selama 150 jam, 50 jam berupa materi kewirausahaan dan 100 jam berupa materi keterampilan.

“Proses pembelajaran terdiri dari teori 30 persen dan prakteknya 70 persen, indikator keberhasilannya itu sendiri dari kegiatan ini adalah, minimal 90 persen jumlah peserta didik dapat menyelesaikan pelatihan dengan tuntas, serta minimal 70 persen dari peserta didik lulus PKW dan dapat merintis usaha,” tandasnya.

Jumat Berkah AK

Sementa itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cihara, Madtori Syuhada mengatakan bahwa PKBM ini merupakan mitra kerja dengan pendidikan formil,

“Kami sangat mengapresiasi eksisnya PKBM Cundamani ini, karena dapat membantu anak putus sekolah dan para pengangguran,” ucapnya.

Madtori pun mengakui jika rasa makanan olahan dari tomat yang mirip dengan kurma itu, yang diproduksi oleh PKW harganya jelas lebih murah dibandingkan buah kurma asli.

“Daging buahnya malah lebih tebal ini (torakur, red). Rasanya juga mirip dengan kurma dan lebih murah,” pungkasnya. (*/sandi)

[socialpoll id=”2521136″]

Pemkot_HUT Pandeglang

Dapatkan notifikasi lansung ke perangkat Anda, Klik Aktifkan

Loading...