Dewan Cilegon Akan Panggil PT Krakatau Steel Terkait Hujan Debu

0

CILEGON – Setelah mendapat kritikan dari elemen masyarakat akan kurang pedulinya DPRD Kota Cilegon pada warga yang terkena dampak hujan debu fly ash dari boiler Blase Furnace PT. Krakatau Steel, salah satu anggota DPRD akhirnya angkat bicara.

Anggota DPRD Cilegon dari Dapil Citangkil-Ciwandan, M Ibrohim Aswadi menyatakan warga di dua kecamatan merasakan dampak langsung dari hujan debu fly ash tersebut.

“Beberapa kelurahan di dua Kecamatan Citangkil dan Ciwandan Kota Cilegon, mengalami keresahan dan menurunnya kesehatan warga akibat terkena hujan debu hitam pekat, dari shut down pada proses mesin produksi Blast Furnace PT Krakatau Steel (KS). Dari beberapa kelurahan tersebut diantaranya Kelurahan Samangraya, Warnasari, Kubangsari, Deringo dan lainnya. Bahkan saya mendengar, paparan debu tersebut sampai ke wilayah Utara Cilegon,” ujarnya, kepada Fakta Banten, Sabtu (14/12/2019).

Bukan hanya warga, menurut Ibrohim banyak ribuan rumah warga dan makhluk hidup lainnya yang terpapar debu hitam dari pembakaran batu bara tersebut. Bahkan dirinya mengaku banyak menerima pengaduan dari warga.

“Dari kejadian tersebut, banyak warga yang mengadu dan melaporkan langsung kejadian tersebut kepada kami, dan saya M. Ibrohim Aswadi, sebagai anggota Fraksi Demokrat, sekaligus sebagai anggota komisi II, saya sudah menyampaikan aduan dari banyaknya warga tersebut kepada ketua komisi II dan ketua komisi IV, sekaligus melaporkan kepada ketua DPRD Kota Cilegon,” ujarnya.

“Dan alhamdulilah, karena ini menyangkut kepentingan dan hak dasar masyarakat, Ketua DPRD sudah merespon secara cepat, dan sudah menyampaikan kepada kami agar kami di lintas komisi secepatnya mengambil langkah untuk turut prihatin dan segera turun untuk melihat langsung dalam rangka membantu warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ibrohim menjelaskan bahwa Ketua DPRD sudah memerintahkan untuk melakukan sidak dan sekaligus pemanggilan kepada managemen PT. KS untuk menjelaskan kejadian tersebut secara detail.

Ied_Bmpp_Kuswandi

“Sekaligus kami akan mempertanyakan langkah-langkah konkrit penanganan yang cepat seperti apa yang sudah dilakukan oleh pihak PT. KS khususnya terhadap masyarakat yang menjadi korban tersebut. Dan KS harus bertanggung jawab penuh terhadap korban dan kerugian masyarakat,” jelasnya.

“Dan manajemen PT. KS juga harus membuat program penanganan jangka cepat, jangka menengah dan jangka panjang terhadap masalah itu, agar penangananya tidak instan tapi penanganan secara terintegrasi dengan baik dan jangka panjang, karena hal tersebut bisa saja terjadi dikemudian hari. Kan perusahaan PT. KS-nya masih ada, dimungkinkan bisa terjadi dan terjadi lagi hal seperti ini,” tambahnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Kang Bobi ini menceritakan historis mulai dari running mesin prodiksi BF, pihaknya sudah sering mendapatkan laporan keluhan kejadian-kejadian debu dari proses BF.

“Yang kemungkinkan karena faktor SOP, Safety, Qualitas Tool dan Equipmennya kurang baik, atau memang ada kegagalan proses produksi dari sistem teknologi BF yang baru di lingkungan PT. KS. Ini yang akan kita lihat dan kita dalami bersama di lintas komisi, dan kita berharap kejadian seperti ini ke depan tidak boleh terjadi lagi, apapun alasanya,” terangnya.

“Mengingat PT. KS sangat dekat sekali dengan pemukiman warga. Dan kami akan terus melakukan pemantauan secara ketat dan menyeluruh, agar warga tidak mengalami trauma keresahan dan dirugikan, dan kesehatan warga terjaga dengan baik,” tandasnya.

Bahkan Kang Bobi juga menyatakan akan mendorong pihak eksekutif, dalam hal ini OPD terkait di Pemkot Cilegon untuk ikut turun berperan menangani persoalan pencemaran tersebut.

“Dan mendorong pihak terkait dalam hal ini DLH Kota Cilegon segera melakukan investigasi lapangan dan segera mengambil tindakan tegas terhadap kejadian ini, dan pihak Dinsos juga segera turun membantu masyarakat yang menjadi korban,” tutupnya. (*/ilung)

Loading...
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi