Dinilai Merugikan, Krakatau Steel Didesak Hentikan Operasi Blast Furnace

0

CILEGON – Elemen masyarakat Kota Cilegon kembali mendesak PT Krakatau Steel (KS) menghentikan operasi Blast Furnace (BF) yang diduga telah melakukan pencemaran debu fly ash.

Seperti yang diungkapkan Direktur Eksekutif NGO Rumah Hijau Supriyadi, ia mendesak PT KS dan pihak pemerintah segera melakukan tindakan untuk segera mencari solusi atas kejadian hujan debu beberapa hari yang lalu.

“Persoalan masalah debu jatuh yang terindikasi menyebar di masyarakat yang dilakukan dan diakui oleh manajemen PT Krakatau Steel berdampak pada persoalan masalah lingkungan dan juga kesehatan masyarakat oleh karena itu perlu lah manajemen Krakatau Steel dalam hal ini sebagai penanggungjawab persoalan masalah pencemaran lingkungan untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” ujarnya kepada Fakta Banten, Senin (16/12/2019).

“Kami mendorong upaya pemerintah dalam pengawasan turun segera untuk melakukan evaluasi dokumen dampak lingkungan terhadap PT Krakatau Steel,” imbuhnya.

Supriyadi juga menyoroti soal dampak kesehatan yang akan dialami oleh ribuan masyarakat Cilegon serta kerusakan lingkungan akibat hujan debu fly ash.

Ied_Bmpp_Kuswandi

“Persoalan kesehatan masyarakat di wilayah Ciwandan, Citangkil terdampak dengan polusi udara yang dikeluarkan oleh industri salah satunya dampak adalah penyakit ISPA. Penyakit ISPA tersebut paling banyak ditemukan di daerah Kubang Sari dan Warnasari,” jelasnya.

“Oleh karena itu pemerintah wajib mengoreksi perusahaan yang mengakibatkan dampak polusi industri tersebut terutama perusahaan yang mempunyai cerobong industri,” tandasnya.

Desakan untuk dilakukan audit dampak pencemaran juga diungkapan oleh Sekretaris Ormas DPD Al-Khairiyah Ahmad Munji. Ia mendesak agar segera dilakukan estimasi kerugian yang dialami warga terdampak dan kerusakan lingkungan.

“Hujan debu ini seperti hujan yang semua kena, apalagi debu secara fisik bisa terbang oleh angin, bisa masuk ke rumah, makanan, minuman, belum dampak pada tumbuhan. Saya sendiri bagian terdampak langsung,” ujarnya.

“Maka dari itu, kami dari Al-Khairiyah mendesak PT KS untuk bertanggung jawab penuh atas pencemaran debu fly ash ini,” tegasnya. (*/Ilung)

Loading...
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi