Haji Iye, Mantan Kades yang Menjaga Harmoni dan Peduli Kualitas SDM Warganya

0
Pemkot_HUT Pandeglang

CILEGON – Saat ini publik Kota Cilegon tengah disuguhkan berbagai gambar dan kabar tentang sejumlah nama tokoh yang akan maju sebagai kandidat walikota pada Pilkada September 2020 mendatang, salah satunya adalah Haji Iye Iman Rohiman.

Tentu sangat penting bagaimana mengenal rekam jejak setiap tokoh tersebut, apa saja kiprahnya untuk Kota Baja ini. Redaksi Fakta Banten sedikit mengulas tentang sosok Haji Iye Iman Rohiman, politisi senior yang saat ini sudah mendapatkan dukungan dua Partai Politik yakni PAN dan PPP, untuk maju mencalonkan diri pada Pilkada mendatang.

Mendalami bagaimana kiprah dan peran Haji Iye dalam mendukung pembangunan Kota Cilegon, tentu akan ditemukan banyak warisan berharga. Rekam jejaknya sejauh ini dikenal positif oleh masyarakat, terutama saat menjadi kepala desa/lurah, dan juga ketika duduk di kursi DPRD sejak 2007 hingga 2014.

Menurut warga Link Pengabuan, Haruri, sosok Haji Iye selama memimpin sebagai Kepala Desa banyak membuat gebrakan untuk pembangunan di masyarakat.

Haji Iye dikenal sebagai Kades yang sukses membangun harmonisasi dan sinergitas antara industri dengan kepentingan masyarakat.

“Pa Haji Iye itu membawa perubahan besar untuk Kelurahan Gunungsugih khususnya. Saat beliau memimpin pembangunan cukup pesat dan merubah wajah Gunungsugih. Jalan-jalan yang tadinya masih tanah dan batu, mulai lebih bagus. Masjid-masjid di Gunungsugih berubah lebih bagus bangunannya, dan banyak lagi yang lain,” ungkap Haruri, yang juga akrab disapa sebagai Rudal ini, Sabtu (21/3/2020).

Rudal yang dikenal sebagai tokoh masyarakat Kelurahan Gunungsugih ini coba mengingatkan akan gaya kepemimpinan Haji Iye yang merangkul dan sangat dekat dengan semua kalangan. Diakuinya, sosok Haji Iye ini salah satu yang jadi kunci terciptanya harmonisasi dan kondusifitas di Gunungsugih selama ini.

Bahkan hingga saat ini, menurut Rudal, sosok Haji Iye masih sangat diandalkan untuk membantu dan menjembatani setiap ada permasalahan di masyarakat.

“Waktu pemilihan Kepala Desa dulu, saya ini tadinya bukan pendukung Pa Haji Iye, tapi setelah beliau jadi, ternyata merangkul semuanya, baik pendukung maupun lawan politiknya. Bahkan keluarga dari mantan lawannya saat pencalonan Kades, didorong oleh Pa Haji Iye untuk duduk menjabat di kantor desa. Masyarakat menyukai Pa Haji Iye atas kiprah dan prestasinya,” jelas Rudal.

Penilaian positif terhadap sosok Haji Iye juga diungkapkan Sambas ST, tokoh pemuda yang merupakan mantan Ketua Karang Taruna Kelurahan Gunungsugih ini.

Sambas mengakui bahwa sosok Haji Iye sangat mengayomi dan mendukung setiap gerak dan program kepemudaan. Berkat support dan dukungan tokoh seperti Haji Iye ini, menurut Sambas, saat kepemimpinannya Karang Taruna Gunungsugih berhasil meraih penghargaan sebagai Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional.

“Waktu Karang Taruna Gunungsugih mendapat prestasi nasional, beliau Pa Haji Iye sebagai anggota DPRD Cilegon dan juga tokoh orang tua kami, sangat memberikan dukungan kepada kami,” ujar Sambas ditemui di kediamannya di Link Kopo, Minggu (22/3/2020).

Sambas yang pernah berprofesi sebagai guru honorer di SMPN 9 di Gunungsugih ini juga menceritakan bagaimana kepedulian Haji Iye terhadap pendidikan, dan upaya meningkatkan kualitas SDM warga Gunungsugih.

Supiyanto

“Saya dengar ceritanya, bahwa berdirinya SMPN 9 di wilayah Gunungsugih ini berkat perjuangan dan upaya Pa Haji Iye saat jadi Kades dulu. Lahan buat gedung SMPN 9 itu awalnya bersaing dengan industri yang ingin menguasai, tapi karena Pa Haji Iye bersikukuh bahwa harus ada sekolah negeri buat warganya, akhirnya turun juga bantuan pemerintah untuk membangun SMPN 9 itu,” terang Sambas.

Diakui Sambas, ketika dirinya masih aktif di dunia pendidikan, banyak program-program sekolah yang mendapatkan dukungan dan support dari kalangan industri, salah satunya karena peran dan dorongan Haji Iye yang saat itu duduk sebagai Anggota DPRD.

“Pa Haji Iye punya siswa binaan yang rutin dibantu beasiswa. Ini bukti kepedulian beliau yang ingin warga Gunungsugih kualitas SDM-nya meningkat lebih baik,” imbuh Sambas, yang kini berprofesi sebagai Humas salah satu industri swasta di Ciwandan ini.

Banyak mendapatkan apresiasi dan dukungan atas langkah politiknya di Pilkada 2020 ini, Haji Iye sendiri tidak menyangkal bahwa hal itu buah dari perjalanan hidupnya yang di mulai dari kiprahnya sebagai pengusaha, menjabat Kades dan juga dua periode di legislatif.

Haji Iye mengaku bahwa kunci sukses kepemimpinannya adalah niat baik, dan semangat untuk bermanfaat bagi orang lain.

Dia sendiri bercerita masa awal kepemimpinannya sebagai Kades, dimana saat itu tahun 1998 terjadi krisis moneter. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk melahirkan program yang bermanfaat bagi warga.

“Saat jadi kepala desa, pas momennya adalah krisis moneter, tapi sejak saat itu sampai sudah gak lagi jadi Kades, saya masih jalankan program beasiswa buat warga Gunungsugih yang kurang mampu. Saya punya siswa binaan 46 orang, yang saya biayai sekolahnya sampai lulus SMA. Mereka per orang dapat Rp150 ribu per bulan untuk biaya pendidikan dan biaya sakit,” cerita Haji Iye saat berbincang santai dengan wartawan, Senin (23/3/2020).

Haji Iye juga menceritakan upayanya agar bisa mendirikan SMP negeri di Gunungsugih, yang dinilainya sebagai investasi penting untuk peningkatan kualitas SDM warganya. Program pembangunan SMP negeri dari Pemerintah tersebut, saat itu bersaing dengan berbagai kepentingan, namun akhirnya berhasil didapat oleh Gunungsugih.

“Waktu itu bersaing dengan Kelurahan Suralaya untuk mendapatkan program lahan pembangunan SMP dari pemerintah pusat. Bahkan Dinas LH saat itu membuat surat rekomendasi penolakan, karena dinilai lokasinya terlalu dekat dengan industri dan tidak sehat bagi iklim belajar. Tapi saya tetap bertahan dan diniatkan bahwa kita harus dapat, karena sekolah ini sangat penting bagi warga, agar masa depan lebih baik. Alhamdulillah berkat ridho Allah kita dapat dan berhasil merintis SMPN 9 saat itu,” terang Haji Iye.

Banyak pembangunan di Gunungsugih sendiri merupakan gagasan dan upaya Haji Iye secara swadaya, sehingga hasilnya bisa berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Diantaranya Kantor Kelurahan Gunungsugih, Gedung Puskesmas Pembantu, hingga SMPN 9.

“Awal merintis SMP Negeri 9 itu, Pa Haji berjuang swadaya dengan masyarakat kita awali bikin 3 lokal ruang kelas. Pa Haji tidak berharap dibantu sama industri waktu itu, pokoknya apapun yang terjadi tetap saya akan bangun. Alhamdulilah selanjutnya oleh pemerintah dibangun sampai sekarang ini, jadi sekolah yang difavoritkan,” imbuh Eks Politisi Golkar ini menutup cerita.

Soal kepedulian terhadap dunia pendidikan ini, Haji Iye ternyata tidak sendiri. Salah satu yang cukup berpengaruh mendukungnya dari keluarga adalah istrinya yang hingga kini masih berprofesi sebagai ASN Guru di salah satu sekolah dasar di Ciwandan.

Meski Haji Iye merupakan pengusaha sukses dan merupakan tokoh politik yang cukup disegani, namun sikap keluarganya yang bersahaja dan komitmen istri tercintanya untuk tetap menjadi pendidik, sepertinya itu menjadi support utama bagaimana kiprah Haji Iye dalam mendukung dunia pendidikan di Kota Cilegon ini. (*/Red/Angga)

Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi