Peristiwa Sejarah Geger Cilegon 1888 Akan Dibuat Film Layar Lebar

0
Pemkot_HUT Pandeglang

CILEGON – Beberapa tahun belakangan, film sejarah perjuangan kembali bermunculan. Diantaranya film Kartini (2017), Wage (2017), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Jenderal Soedirman (2015), dan juga Soekarno: Indonesia Merdeka (2013).

Kali ini, untuk mengangkat sejarah perjuangan bangsa, Peristiwa Geger Cilegon 1888 yang mengangkat tokoh pahlawan KH Wasyid akan difilmkan dan ditargetkan tayang di Layar Lebar. Meski “Geger Cilegon” merupakan peristiwa sejarah skala lokal Banten, namun ternyata mempengaruhi eskalasi penjajahan Belanda saat itu secara keseluruhan di Nusantara.

Ketua Yayasan KH Wasyid 1888, Asep Shofwatullah menjelaskan, film Geger Cilegon 1888 akan mengangkat kisah nyata perjuangan pahlawan kemerdekaan saat melawan kedzoliman pasukan Hindia Belanda.

Dikatakannya, film itu juga muncul sebagai respons atas antusiasme masyarakat Indonesia yang tinggi terhadap sejarah dan isu politik, terutama di Banten pasca diangkatnya Brigjend KH Syam’un yang merupakan cucu dari KH Wasyid sebagai Pahlawan Nasional pada 2019 lalu.

“Pembuatan film ini akan digarap oleh PT Wan Cipta Kreasindo (One Cipta Entertainment), perusahaan pembuatan film yang profesional, dan sudah mendapatkan restu dan dukungan penuh dari keturunan KH Wasyid,” ujar pria yang akrab disapa Haji Asep ini, Rabu (25/3/2020).

Dijelaskan Haji Asep, bahwa inti dari film Geger Cilegon 1888 ini nantinya untuk menggambarkan semangat perjuangan perlawanan rakyat Banten dan Cilegon terhadap penjajahan.

“Perjuangan Geger Cilegon itu demi kehidupan yang lebih baik dan manusiawi, meski nyawa taruhannya. Geger Cilegon merupakan jendela sejarah yang kita miliki, dimana kegiatan sejarah dan wisata edukasi mengenai Geger Cilegon banyak dan bisa diketahui di film ini. Karena belum tentu setiap orang mengetahui dan mengeksplorasi sejarah Geger Cilegon secara nyata,” jelas Haji Asep.

Film dengan tema tentang sejarah heroik tokoh-tokoh ulama Banten ini, nantinya akan berjudul “The Peasant Revolt of Banten 1888″.

Supiyanto

Sedangkan menurut Produser Film Geger Cilegon dari PT Wan Cipta Kreasindo, Hendra Yuniardi, pembuatan film sejarah Geger Cilegon 1888 berdasarkan riset sejarah yang melibatkan sejumlah literatur yang ada.

Tim Produksi yang akan mengangkat Film Geger Cilegon 1888 /dok

Dikatakan Hendra, penulis naskah film ini adalah Jaji Aruji Nalendra, penulis yang naskahnya tentang film Ki Wasyid ini mendapatkan penghargaan dari Pemerintah. Dia sendiri telah berdiskusi dengan Pemerintah Daerah serta membedah buku-buku sejarah tentang Geger Cilegon 1888 ini.

“Film ini berupa konten audio visual terkonsep agar dapat dipergunakan baik sebagai alat sejarah dan membantu memperluas informasi tentang pemberontakan Geger Cilegon 1888, baik di Indonesia maupun mancanegara tentang Indonesia dan budayanya,” jelas Hendra.

Rencananya film ini nantinya akan diputar di seluruh jaringan Bioskop Indonesia dan ditargetkan bisa tayang di bulan Juli atau Agustus 2020 mendatang, bulan bersejarah bagi kemerdekaan bangsa yang juga bertepatan terjadinya peristiwa Geger Cilegon di tahun 1888 silam.

“Film sejarah ini tentu menambah khazanah perkembangan Film Indonesia dengan genre historical movies yang sarat pesan moralitas, spiritual dan humanitas. Diharapkan membuat geliat industri film tanah air kembali hidup dan memacu keberagaman genre yang bisa menjadikan Film Indonesia tuan rumah di negeri sendiri,” imbuh Hendra.

Film ini nantinya akan menyasar segmen penonton dari semua umur, film yang rencananya akan berdurasi 120 menit ini akan mulai produksi dan syuting pada bulan April mendatang. Akan ada sejumlah aktor dan artis ternama yang akan dilibatkan dalam produksi film Geger Cilegon 1888 ini.

“Tahapan kita seharusnya saat ini sudah open casting dan pemilihan pemeran, tapi saat ini menyesuaikan dengan merebaknya pendemi Covid-19, jadi sepertinya agak mundur. Tapi kita akan tetap targetkan maksimal Agustus ini bisa tayang,” tandas Hendra.

Pengambilan gambar film ini sendiri nantinya akan berada di lokasi-lokasi bersejarah di Kabupaten Serang, Kota Serang dan Pandeglang, yang memang tercantum dalam naskah sejarah.

Agar memperoleh nuansa masa lalu, pengambilan gambar juga akan dilakukan di daerah-daerah perkampungan, dan tengah disiapkan properti-properti yang menyesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat itu. (*/Ilung)

Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi