Antisipasi Corona, FPAN Minta Pemkot Serang Berlakukan Lockdown

0

SERANG – Sekertaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Ari Winanto mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk segera memberlakukan Lockdown atau karantina wilayah. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Serang.

Menurutnya, dengan melakukan penutupan, maka pemerintah justru akan dapat segera melakukan proses mitigasi terkait dampak Virus Corona lebih baik dan lebih cepat. Terlebih, di Kota Serang sendiri memiliki terminal Tipe A yang dimana pemudik yang berasal dari daerah zona merah Covid-19 transit terlebih dahulu di Kota Serang sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing.

Selain itu, kebijakan karantina wilayah juga sudah tertuang dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan yang mengatur soal kewenangan Pemerintah melaksanakan Karantina Wilayah.

Tabib baru

“Sepakat diadakan karantina wilayah di Kota Serang dan kita akan dorong itu. Karena dampak dari Covid-19 banyak ada lonjakan pemudik yang masuk ke Kota Serang melalui Terminal Pakupatan yang berasal dari berbagai daerah terutama Lebak dan Pandeglang,” kata Sekertaris Fraksi PAN DPRD Kota Serang Ari Winanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (30/3/2020).

Dijelaskan Ari, saat ini Pemkot Serang sudah menganggarkan dana sebesar Rp 27 miliar untuk pemenangan Covid-19. Dengan dana tersebut, lanjut Ari, sudah bisa dijadikan modal untuk pemberlakuan karantina wilayah. Apabila dianggap kurang. Maka, pihak akan mendorong kembali dari sisi anggran asalkan itu untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dari ancaman virus Covid-19.

“Dengan anggaran 27 miliar yang disediakan Pemkot Serang harusnya mencukupi. Kalau kurang maka kita tambah, apalagi jatah kunjungan kerja dewan sudah dipotong karena tidak bisa digunakan maka tambahkan itu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan Ketua Gugus Tugas Penanganan kasus Covid-19 untuk menanyakan perihal anggaran. “Kita akan memanggil gugus tugas untuk menanyakan anggaran itu apakah kurang atau cukup,” tegasnya. (*/Ocit)

Ied_Bmpp_Kuswandi
Loading...
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi