LSM Gebrak Minta Pemkot Cilegon Transparan terkait Proyek JLU

0

CILEGON – Lanjutan pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon dengan anggaran di Tahun 2020 ini, sebesar Rp. 48 miliar, mendapat sorotan tajam dari elemen masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua LSM Gerakan Bina rakyat (Gebrak), Jubaedi mendorong Pemkot, khsususnya pelaksana teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon agar bisa memanfaatkan dana tersebut secara efektif dan maksimal dalam pelaksanaan proyek.

“Ada hal yang perlu diketahui dan diawasi bersama oleh masyarakat Cilegon yaitu, lanjutan proyek JLU. Di mana untuk tahun ini totalnya Rp. 48 miliar yang harus dipergunakan dengan tepat dalam pekerjaan proyek tersebut. Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemprov Banten Rp. 32 miliar ditambah Rp. 16 miliar dari APBD Cilegon,” ujarnya kepada awak media, Kamis (2/4/2020).

Selain itu, pria yang akrab disapa Bedi Zein ini juga menyoroti soal pembayaran pembebasan lahan JLU kepada warga pemilik lahan, agar berjalan secara transparan dan tidak ada praktik percaloan dalam teknis pembayarannya.

Tabib baru

“Untuk pembebasan lahan, kami dengar warga ada yang sudah dibayar sebagain tapi ada juga yang belum. Maka kita minta Pemkot harus terbuka dalam hal ini, jangan sampai ada oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan dengan menjadi makelar. Masyarakat harus berani, ikut mengawasi proses pembebasan dan pembangunan JLU,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengajak kepada semua pihak untuk bisa melakukan pengawasan kepada kontraktor pelaksana dalam proyek JLU, yang memiliki peran utama pada kualitas pembangunan jalan, mulai dari teknis konstruksi pemadatan lahan hingga tahap ruas permukaan jalan.

“Peran pengawasan masyarakat dan pemerintah terhadap pengusaha atau kontraktor pelaksana proyek tersebut sangat penting, agar sesuai standar spesifikasi dan tidak dikerjakan asal-asalan, apalagi titik lokasi proyek yang sulit dijangkau,” imbuhnya.

Untuk itu, ia mendesak sekaligus berharap kepada pihak panitia lelang atau ULP Kota Cilegon agar lebih selektif dalam menentukan kontraktor pemenang lelang, agar menghasilkan produk infrastruktur JLU yang terbaik.

“Kepada pantia lelang, tanpa mengesampingkan profesionalitas, dan mengingat anggaran proyek yang besar, agar memilih kontraktor yang tidak memiliki track record jelek. Saya berharap agar kontraktor atau pengusaha lokal Cilegon yang dipilih, agar dampak pembangunan ini bisa dirasakan oleh orang Cilegon, bukan orang luar,” tandasnya. (*/Ilung)

Ied_Bmpp_Kuswandi
Loading...
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi