Abaikan Imbauan Dispar Pandeglang, Pengelola Wisata di Pantai Carita Tetap Buka

0
Al khairiyah donasi

PANDEGLANG – Meski Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pariwisata telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 556/ -Dispar/2020 tertanggal 24 Mei 2020 yang menyebutkan agar objek wisata dan hotel untuk tutup sementara sampai wabah covid-19 dinyatakan aman. Namun nampaknya, seluruh objek wisata pantai yang ada di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang tetap membandel dan memilih untuk tetap buka.

Terpantau, Selasa (26/5/2020) sore, seluruh objek wisata pantai yang ada di Kecamatan Carita seperti Pantai Lagundi, Pantai Lippo, Pantai Pasir Putih bahkan Pantai Karang Sari milik Pemda Pandeglang pun tetap menerima kunjungan wisatawan. Meski suasana pengunjung tidak terlalu padat, namun terbilang cukup ramai.

Salah seorang pengunjung, Deri (24) mengatakan, dirinya sengaja datang ke Pantai Wisata Carita untuk mengisi libur lebaran. Ia mengaku tidak tahu pasti terkait himbauan dari pemerintah daerah soal penutupan objek wisata bagi pengunjung.

“Sengaja aja kesini, gak tau ditutup atau enggak. Dapet info dari temen sih katanya masih buka. Makanya kesini, dan masih buka,” ucapnya saat ditemui di Pantai Lagundi, Carita.

Saat disinggung apakah dirinya tidak takut terhadap wabah virus corona yang sedang merebak. Ia hanya menuturkan jika dirinya tidak terlalu menyikapi secara berlebihan adanya virus corona.

“Enggak, yang penting kan tetap pake masker. Dan disini pun gak terlalu padet juga kan, jadi biasa aja,” ujarnya.

Hal senada turut disampaikan pengunjung lainnya, Rohmat (22) yang mengaku masih warga lokal Pandeglang. Menurutnya, informasi yang simpang siur terkait masih dibuka atau ditutupnya objek wisata justru membuatnya tetap berlibur ke Kawasan Pantai Carita.

“Iya kan dari dulu juga rutinitas libur lebaran ya kesini (Carita). Tapi sempet denger juga ditutup, tapi lihat di medsos juga buka. Ya udah saya kesini aja,” ungkapnya.

Meski merasa sedikit cemas dengan adanya wabah virus corona. Namun ia mengaku yakin akan baik-baik saja dan menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

M. Adam

Bismillah aja aman. Kita berdoa aja yang terbaik. Kan katanya panas dan air laut juga bisa jadi obat corona. Kita coba aja, ikhtiar namanya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pantai Pasir Putih, Hilma Fajarwati mengatakan, jika dirinya baru saja mencoba membuka tempat usahanya. Itu dikarenakan dirinya merasa terpaksa dengan adanya desakan dari para pedagang yang kerap berjualan di Pantai Pasir Putih.

“Kita sebenernya sih mendukung untuk tutup, kemarin kita masih tutup loh saat yang lain tetap buka. Tapi banyak pemilik warung disini yang datang ke saya, minta agar dibuka aja. Karena mereka gak punya tempat mengais rezeki. Dengan berat hati sejujurnya, saya coba buka. Ini kita barusan bukanya juga,” kata Hilma.

Meski mengaku khawatir dengan adanya wabah covid-19, ia menilai jika himbauan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang pun masih belum tegas. Sehingga ia pun memilih untuk kembali membuka objek wisata yang dikelolanya.

“Khawatir sih, tapi ya gimana. Himbauan aja masih gak tegas. Percuma kita sendiri patuh tapi yang lain enggak. Tetap aja kan yang patuh bisa turut terpapar juga sama yang gak patuh,” terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, meski pihaknya tetap nekat membuka objek wisata. Namun protokoler kesehatan bagi para pengunjung yang datang ke tempatnya tetap diutamakan.

“Meski buka, kita tetap pake protokoler kesehatan. Kita cek suhu pengunjung, kita siapkan sejumlah tempat cuci tangan di beberapa titik. Dan kita juga minta agar pengunjung tetap lakukan physical distancing dan pake masker saat datang kesini,” tukasnya.

Disisi lain, Kapolsek Carita, Iptu Pipih Iwan Hermansyah mengaku jika pihaknya hanya bertugas untuk memberikan himbauan kepada para pengelola wisata yang ada di wilayah hukum Polsek Carita. Dan pihaknya pun tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penutupan bagi pengelola wisata yang kedapatan membandel.

“Tugas kami itu hanya memberikan himbauan, mengedukasi jaga kebersihan sesuai protokol kesehatan. Kalau masalah tutup atau bukanya itu bukan ranah kita. Jadi kita hanya mendampingi saja kalau ada pihak Pemkab atau Satpol PP, baru kita dampingi,” ungkapnya. (*/YS)

Helldy-Sanuji
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien