Bhayangkara Mulia

Sambut New Normal, Aston Hotel Anyer Rapid Test Karyawan dan Siapkan Protokol Kesehatan

0

SERANG– Menyongsong diterapkannya New Normal, sejumlah hotel di kawasan wisata Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang tengah mempersiapkan diri menyambut para pengunjung yang mulai mendatangi kawasan wisata Anyer dan Cinangka.

Selain menyediakan APD (alat pelindung diri) sesuai protokol kesehatan, para karyawan hotel pun turut dilakukan rapid test untuk memastikan tidak ada penularan dilingkungan hotel. Seperti di Aston Hotel Anyer, terlihat sejumlah karyawan menunggu giliran untuk dirapid test yang dilakukan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Serang.

Bhayangkara rosyid
Branch Manager Aston Hotel Anyer, Dodi Faturrahman /Dok

Saat dikonfirmasi, Branch Manager Aston Hotel Anyer, Dodi Faturrahman mengatakan, dilakukannya rapid test terhadap seluruh karyawan hotel merupakan upaya meyakinkan pengunjung yang datang jika tidak ada penyebaran covid-19 di lingkungan hotel Aston.

Pelaksanaan Rapid Tes bagi Karyawan Aston Hotel Anyer /Dok

“Kami memang konsisten dengan urusan yang berhubungan kebersihan. Ini juga bukti bahwa karyawan kami sudah aman, dan ini saya pastikan rapid test di kami bukan pertama, rencananya kami akan rutin lakukan satu bulan sekali,” ucapnya, saat ditemui di Aston Hotel Anyer, Rabu (17/6/2020).

Ditegaskan, pihaknya akan mengikuti aturan yang berhubungan dengan PSBB meski kawasan wisata Anyer dan Cinangka tidak menerapkan PSBB. Hal itu untuk mengindari terjadinya penularan covid-19 di kawasan wisata.

Bahkan masa transisi akan diterapkannya New Normal disebut sebagai kabar baik bagi para pelaku wisata yang dalam rentang waktu Maret hingga Mei sempat mengalami penurunan omset 0 persen.

Kpu

“Sebetulnya ini adalah kabar baik bagi pariwisata, karena semenjak mulai lebaran ada sedikit kenaikan dari tingkat hunian. Sebelumnya kita hanya mampu mencapai 10 persen, lebih buruk dibanding pasca tsunami (2018) yang bisa mencapai 20 persen,” ujarnya.

Selain diminta melakukan pembatasan pengunjung cuma sampai 50 persen. Para pelaku usaha hotel pun harus melakukan filtrasi pengunjung yang datang dari wilayah zona merah, seperti Tangerang dan Jakarta yang diharuskan menunjukan surat bebas covid-19 resmi dari tenaga kesehatan setempat.

“Filtering kami juga, bagi tamu dari Jakarta itu tidak bisa melakukan booking secara online. Karena harus menunjukan surat bebas covid terlebih dahulu. Kita buka lebih ke pengunjung lojal, seperti dari Cilegon, Serang dan sekitarnya. Memang target market kami itu Tangerang, tetap ternyatal local market pun saat pandemi malah lebih rame,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Serang, Hamdani menuturkan, imbas dilakukan penutupan sementara objek wisata Anyer dan Cinangka dalam 3 bulan terakhir membuat para karyawan yang harus dirumahkan. Selain itu, sektor perekonomian masyarakat pun turut terganggu.

Namun, menurutnya, saat ini pihaknya telah memperbolehkan kembali para pelaku usaha hotel di kawasan wisata Anyer dan Cinangka untuk menerima pengunjung. Tetapi dengan catatan, harus menjalankan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung hanya 50 persen saja.

“Ini tentu bisa berdampak positif terhadap hotel. Kebutuhan mereka,” kata Hamdani.

Kondisi pelaku usaha hotel yang sepi pengunjung karena wabah covid-19, disebut sebagai yang terparah jika dibandingkan dengan bencana tsunami yang pernah melanda kawasan wisatan Anyer dan Cinangka beberapa tahun lalu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Serang memberikan kompensasi bagi para pelaku usaha hotel untuk melakukan penundaan pembayaran pajak.

“Karena kondisinya begini, kita berikan kelonggaran waktu penundaan terhadap pajak. 3 sampai 6 bulan, kalau sudah ada perubahan kita wajibkan lagi bayar pajak,” ungkapnya. (*/YS)

Dede_KNPI
Bhayangkara bank banten
Loading...

Tinggalkan pesanan

Email anda tidak akan dipublikasi